Kasus Bunuh Diri Dapat Perhatian MUI Belitung

by -
Gantung Diri
Ilustrasi kasus gantung diri.
Ilustrasi kasus gantung diri.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung mengaku prihatin dengan sering terjadinya kasus bunuh diri di Belitung. Salah satunya yang terjadi di Jalan Ali Uyup, Tanjungpandan, Senin (19/8) lalu.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Sekertaris MUI Kabupaten Belitung H Ramansyah. Menurutnya, bunuh diri merupakan perbuatan yang dilarang agama dan akan mendapat balasan yang setimpal di akherat nanti. Dia menilai seseorang nekat bunuh diri disebabkan kurang kuatnya iman seseorang.

Ketika membaca kabar tersebut dari sejumlah media yang ada di Kabupaten Belitung, H Ramansyah mengaku sangat miris melihat fenomena tersebut. Sebab, kasus seperti ini bukan merupakan pertama kalinya di Belitung.

Menurutnya, banyak hal yang harus dilakukan seseorang untuk mengatasi segala permasalahan yang ada di dunia. Yakni dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta. Seperti mengadakan pengajian rutin dan mempertebal keimanan dengan cara positif. Misalnya membaca Al Quran dan bersilaturrahmi.

“Jika ada permasalahan yang mendalam, maka harus didiskusikan dengan tokoh agama. Serta pihak keluarga,” ujar Ramansyah kepada Belitong Ekspres, Selasa (20/8) kemarin.

Untuk mencegah hal tersebut tidak terulang kembali, dia mengajak masyarakat untuk bertakwa. Yakni mendekatkan diri kepada tuhan sang pencipta. “Dalam majelis taklim nanti akan kita sampaikan. Sehingga kasus bunuh diri di Belitung dapat dicegah,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Belitung nyatakan JP (50) tewas dikarenakan bunuh diri. Pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu, nekat mengakhiri hidupnya di Kamar Mandi rumahnya Jalan Ali Uyup, Tanjungpendam, Senin (19/8) lalu. (kin)