Kasus Covid-19 Belitung Meledak, Sehari 18 Warga Positif Tertular

by -
Kasus Covid-19 Belitung Meledak, Sehari 18 Warga Positif Tertular
Ilustrasi

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kasus Covid-19 di Kabupaten Belitung meledak di awal bulan Desember 2020. Selasa (1/120 kemarin sebanyak 18 warga Belitung diumumkan terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19.

Penambahan 18 pasien Covid-19 baru tersebut disampaikan H. Sahani Saleh, S.Sos, selaku Bupati Belitung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam keterangan tertulis yang diterima Belitong Ekspres, tadi malam.

“11 pasien positif merupakan hasil pemeriksan Swab PCR yang dilakukan oleh Labkesda Provinsi Bangka Belitung (Babel). Sedangkan 7 pasien lainnya, terkonfirmasi positif corona berdasarkan hasil Swab PCR Laboratorium Biomedis RSUD dr H Marsidi Judono,” ujar Bupati.

Ke-18 pasien itu yaitu pasien 1954 inisial MR, 1955 inisial P, 1956 inisial RA, 1957 inisial AV, 1958 inisial ST, 1959 inisial ON, 1960 inisial PE, 1961 inisial AZ, 1962 inisial RS, 1963 inisial ND, 1964 inisial HN, 1965 inisial AS, 1966 inisial MY, 1967 inisial SM, 1968 inisial NT, 1969 inisial LI, 1970 inisial TA dan pasien 1862 inisial JO.

“Pasien 1954 adalah laki-laki berusia 14 tahun, pelajar yang beralamat di Tanjungpendam dan pernah kontak dengan pasien 1907. Pasien 1955 adalah perempuan berusia 37 tahun, ASN yang beralamat di Aik Ketekok dan pernah kontak dengan pasien 1907,” terang pria yang karib disapa Sanem.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pasien 1956 adalah laki-laki berusia 40 tahun, ASN yang beralamat di Tanjungpendam dan pernah kontak dengan pasien 1907. Pasien 1957 adalah perempuan berusia 39 tahun, ASN yang beralamat di Tanjungpendam dan pernah kontak dengan pasien 1907. Pasien 1958 adalah perempuan berusia 36 tahun, ibu rumah tangga yang beralamat di Kampung Parit dan pernah kontak dengan pasien 1869.

“Pasien 1959 adalah perempuan berusia 25 tahun, yang beralamat di Lesung Batang dan pernah kontak dengan pasien 1905. Pasien 1960 adalah perempuan berusia 82 tahun, yang beralamat di Tanjung Binga dan kontak dengan pasien 1907. Pasien 1961 adalah laki-Laki berusia 77 tahun, wiraswasta yang beralamat di Air Saga. Pasien ini kontak dengan pasien 1907,” papar Sanem.

Kemudian, pasien 1962 adalah laki-laki berusia 29 tahun, karyawan honorer yang beralamat di Air Saga dan pernah kontak dengan pasien 1896. Pasien 1963 adalah perempuan berusia 58 tahun, ASN yang beralamat di Juru Seberang dan pernah kontak dengan pasien 1865. Pasien 1964 adalah perempuan berusia 42 tahun, ibu rumah tangga yang beralamat di Pangkallalang dan pernah kontak dengan pasien 1867.

Seterusnya, pasien 1965 adalah laki-laki berusia 45 tahun yang beralamat di Air Raya dan pernah kontak dengan pasien 1907. Gejala badan panas dingin dan merigigil. Pasien 1966 adalah perempuan berusia 39 tahun, ibu rumah tangga yang beralamat di Air Raya dan pernah kontak dengan pasien 1907. Gejala badan panas dingin dan merigigil.

“Pasien 1967 adalah laki-laki berusia 65 tahun, pedagang yang beralamat di Kota. Dengan gejala sesak napas, demam dan batuk serta riwayat penyakit komorbid kencing manis dan jantung. Tanggal 30 November 2020 rapid test hasilnya reaktif. Dilanjutkan Swab PCR dengan hasil dinyatakan terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Selanjutnya, pasien 1968 adalah perempuan berusia 64 tahun, ibu rumah tangga yang beralamat di Air Raya. Dengan gejala demam, mual, muntah. Tanggal 30 November 2020 dirujuk oleh rumah sakit swasta di Tanjungpandan dikarenakan Swab Antigen hasilnya positif.

“Pasien 1969 adalah perempuan berusia 48 tahun, ibu rumah tangga yang beralamat di Pangkallalang. Dengan gejala demam, dan batuk. Tanggal 30 November 2020 rapid test hasilnya reaktif. Dilanjutkan Swab PCR dengan hasil dinyatakan terkonfirmasi Covid-19,” tukas Sanem.

Sanem menambahkan, pasien 1970 adalah perempuan berusia 34 tahun, ASN yang beralamat di Lesung Batang, dengan gejala batuk dan demam. Terakhir, pasien 1862 adalah laki-laki berusia 46 tahun, wiraswasta yang beralamat di Kampung Parit. Dengan gejala demam dan batuk serta riwayat penyakit komorbid jantung.

“Saat ini sebanyak 4 orang pasien dirawat di ruang isolasi RSUD dr H Marsidi Judono, sedangkan 14 orang berada di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung. Nah, untuk jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sampai saat ini adalah sebanyak 111 orang,” ungkapnya.

Kepada seluruh masyarakat Sanem pun terus menghimbau untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Bagi masyarakat yang pernah kontak erat dengan pasien, berada dalam satu ruangan lebih dari 15 menit, berdekatan dengan jarak kurang dari 2 meter diharapkan segera menghubungi Dinas Kesehatan atau fasilitas kesehatan terdekat.

“Jika sudah ada gejala demam dan sesak nafas bisa datang ke Pusat Deteksi Covid-19 RSUD dr H Marsidi Judono. Diharapkan kepada masyarakat harus lebih hati-hati dan waspada karena saat ini sedang dan sudah terjadi Transmisi Lokal Covid-19 di wilayah Kabupaten Belitung. Tetap lakukan 4M (Mencuci tangan secara rutin, memakai Masker/face shield,Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan),” tutup Sanem. (dod)