Kasus Dana Plasma Aik Selumar Masuk Pengadilan

by -

*Warga Sempat Emosi, Penggugat Koperasi PSB Tak Hadir di Sidang

foto-tengah-2--kanan-1-aik-sleumar-plasma-di-pn---Copy
Puluhan warga yang memadati halaman PN Tanjungpandan hendak menyaksikan jalannya sidang, meski akhirnya tertunda.

TANJUNGPANDAN-Puluhan warga masyarakat Desa Selumar, Kecamatan Sijuk tak surut dalam memperjuangkan keadilan dalam kasus dugaan penggelapan dana Plasma PT Agro Makmur Abadi (AMA) oleh Koperasi Plasma Sejahtera Bersama (PSB). Ini dibuktikan dengan “aksi” menyambangi Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Senin (23/5), kemarin. Pasalnya, kemarin adalah jadwal yang disampaikan PN Tanjungpandan dalam sidang perdata kali ini dengan tergugat warga masyarakat.
Kedatanagan warga ini dengan tujuan mendengarkan hasil keputusan PN Tanjungpandan berkaitan dugaan penggelapan dana Plasma PT Agro Makmur Abadi (AMA) sebesar Rp 500 juta yang di uga dilakukan oleh Koperasi Plasma Sejahtera Bersama (PSB).
Pantauan Belitong Ekspres, puluhan masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat mendatangi Pengadilan Negeri Tanjungpandan sekitar pukul 13.30 WIB. Puluhan warga masyarakat ini nampak kecewa lantaran setelah lama menunggu hingga pukul 16.30 WIB, yakni penggugat yakni pihak PSB tidak kunjung datang pada mediasi akhir antara masyarakat Desa Selumar dengan pihak PSB.
“Bebulak (bohong,Red) kamek nak (Kamgi ingin) selesai hari ini. Biar semue jelas biar terbuka semuanya. Dasar makan duit haram,” kata salah seorang masyarakat yang meluapkan emosinya.
Suasana bertamabah panas pada saat Plt Kades Selumar mengatakan, masyarakat tidak akan mendapatkan dana plasma tahun ini.
Perwakilan masyarakat Desa Selumar Agung pada Belitong Ekspres mengatakan, sebelum berangkat ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Masyarakat Desa Selumar sempat diundang ke Kantor Desperindakop untuk melakukan mediasi akhir.
“Desperindagkop coba memfasilitasi mediasi non formal. Namun, tidak ada titik temu antara masyarakat dengan Pihak Koperasi PSB yang didampingi pengacara. Sebab ada resum atau poin-poin yang tidak ada titik temu,” jelas Agung.
Agung menjelaskan, karena tidak ada titik temu, selanjutnya puluhan masyarakat melanjutkan aksi ke Penggadilan Negeri Tanjungpandan. Sayangnya, setelah menunggu cukup lama pihak penggugat (PSB) juga tidak hadir. Hal ini membuat masyarakat menjadi kecewa dan emosi.
Terpisah, Hakim Mediasi PN Tanjungpandan Mahendra Adhi Purwanta SH enggan memberikan konfirmasi terkait tidak hadirnya pihak penggugat. “Maaf Bang, kalau mau minta konformasi terkait ketidakhadiran penggugat silakan ditanyakan ke Humas,” tandasnya.
Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Tanjungpandan Andi Bayu Mandala Putera kepada BE menjelaskan, tidak hadirnya penggugat lantaran belum ada kepastian hadir di persidangan. Padahal, PN sudah menjadwalkan sidang pada Senin, (23/5), kemarin. Jadi, PN belum mengetahui alasan ketidakhadiran penggugat. Rencana dua pekan mendatang dijadwalkan pemanggilan kembali terhadap tergugat dan penggugat.
“Untuk sementara ini masih dalam tahap mediasi oleh Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Jika dalam dua pekan tidak hadir, berarti tidak ada itikad baik dari penggugat,’’ katanya.(mg1/kin)