Kasus HIV & AIDS di Belitung Turun

by -

*Dinkes Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada
*Fenomena HIV & AIDS Seperti Gunung Es

TANJUNGPANDAN – Jumlah kasus penyakit HIV dan AIDS di Kabupaten Belitung terus menurun setiap tahunnya. Data yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung tahun 2015 ditemukan sebanyak 30 kasus HIV dan AIDS 17 kasus. Sedangkan tahun 2016 terdapat 23 kasus HIV dan 9 AIDS. Lantas, pada tahun 2017 ini sampai bulan Februari baru ditemukan 2 kasus HIV.

Kasi Bidang Alat Kesehatan, Data dan Informasi Dinkes Belitung Yulia mengatakan, dari data statistik yang ditemukan ada penurunan kasus HIV dan AIDS pada tahun sebelumnya. Namun, untuk kasus penyakit ini fenomena nya seperti gunung es.

“Fenomena kasus ini seperti gunung es kelihatanya sedikit namum bisa saja di bawahnya banyak. Jadi, pengawasan diri, setia akan pasangan yang paling utama yaitu keimanan,” ujarnya wanita yang akrap disapa Lili, kepada Belitong Ekspres, Kamis (29/3) kemarin.

Dijelaskanya, pada tahun 2017 sampai bulan februari sudah ditemukan 2 kasus HIV dari 203 orang yang sudah diperiksa. Lantas, pemeriksaan tersebut dilakukan di tempat-tempat dan orang yang berpotensi terkena virus penyakit ini. Seperti, di tempat hiburan malam, (THM) panti pijat, ibu hamil dan pasien TB.

“Khusus tempat-tempat yang beresiko kembali lagi, itu tergantung gaya hidup orangnya. Sebab, THM terkadang hanya dijadikan tempat untuk transaksi namum eksekusinya dilakukan di tempat lain,” jelasnya.

Menurutnya, ada tiga sumber penularan dari penyakit ini yakni melalui darah, air susu ibu dan cairan vagina. Penularan melalui darah seperti membuat tato ataupun tindik pada telinga, hidung dan di bagian tubuh lainnya dengan menggunakan jarum suntik. Selain itu, jarum yang dipakai untuk pemakaian narkoba.

“pada jarum suntik sudah terdapat bibit virus yang berpotensi tertular. Untuk penyakit HIV ada namanya periode jendela. Jadi pada saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan penyakit tersebut, tetapi setelah 3 sampai 6 bulan baru terdeteksi,” terangnya.

Lili menjelaskan, penyakit HIV-AIDS pada dasarnya menyerang anti body seseorang sehingga tanpa disadari tubuh akan semangkin kurus, susah tidur dan sering panas dalam. “Kemudian tubuh menjadi rentan diserang penyakit,” jelasnya.

Oleh sebab itu lanjutnya, salah satu cara pencegahanya dengan puasa sex sebelum menikah, setia pada pasangan, menggunakan alat kontra sepsi pada saat berhubungan dan yang lebih penting jangan menggunakan narkoba.

“Jadi, jauhi virusnya bukan individunya. Lantas, untuk obatnya bisa di dapatkan secara gratis di RSUD bagi orang yang udah terinveksi penyakit ini,” pesanya.

Lili  kembali mengingatkan, intinya lakukan tindakan pencegahan serta jauhi narkoba, sex bebas serta menjaga pola hidup sehat. Sebab, penyakit HIV-AIDS sepengetahuanya sampai saat ini belum bisa diobati alias disembuhkan secara total. (rez)