Kasus Karhutla di Belitung, Negara Rugi Rp 1 Miliar Lebih

by -
Kebakaran Hutan, Negara Rugi Rp 1 Miliar Lebih
Suasana penampakan kabut asap di Jalan Jendral Sudirman, Air Raya, Tanjungpandan, Selasa (17/9).

Polisi Lakukan Antisipasi Karhutla

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Belitung pada tahun 2019, negara mengalami kerugian lebih dari Rp 1 miliar. Sebab, sejumlah lahan milik pemerintah seperti hutan lindung turut terbakar dan rusak. Demikian ungkap Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Erlichson, berdasarkan data yang diperoleh dari Damkar Belitung.

Data tersebut menyebutkan, ada peningkatan sekitar 50 persen lebih jumlah kebakaran yang terjadi di Belitung, sejak tahun 2018 hingga 2019. Bahkan ada kemungkinan dan potensi bertambah. Pada tahun 2018 terdapat sebanyak 108 kasus kebakaran. Seperti lahan, bangunan dan kebakaran lainnya.

Sedangkan di tahun 2019, terhitung mulai Januari hingga September, sedikitnya diketahui sebanyak 174 kasus. Untuk lokasi yang paling banyak, yakni di Kawasan Kecamatan Sijuk dan Kota Tanjungpandan.

“Data tersebut kita ambil dari Damkar Kabupaten Belitung, yaitu terkait dengan jumlah angka kebakaran dari tahun 2018 ke tahun 2019,” ujar Kabag Ops Polres Belitung Kompol Erlichson, kepada Belitong Ekspres, Selasa (17/9).

Pria asal Sumatera Utara ini mengatakan, dalam peristiwa kebakaran tersebut, pihak kepolisian belum memproses pelaku (oknum) kasus pembakaran hutan. Sebab pihak jajarannya masih terus melakukan pemantauan.

Seperti dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan. Misalnya ada gangguan pernafasan, hingga penundaan penerbangan di Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin. Namun untuk sementara ini, Kata Erlichson, belum ditemukan.

Dalam kebakaran hutan di Belitung, polisi sudah menaikan empat kasus berstatus penyelidikan. Menurutnya, beberapa hutan yang ada di Kabupaten Belitung terindikasi sengaja di bakar. Sehingga negara mengalami kerugian yang sangat besar.

“Kalau dihitung-hitung untuk negara saja bisa lebih dari Rp 1 miliar. Belum lagi warga yang terdampak, dan lahannya ikut terbakar,”paparnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, ada beberapa penyebab terjadinya kasus kebakaran di Belitung. Mulai dari faktor cuaca yang ekstrim, hingga dugaan kesengajaan oknum-oknum yang sengaja membakar lahan.

“Kalau kebakarannya siang, kemungkinan lantaran cuaca yang sangat panas. Sedangkan kalau kebakarannya malam, itu jelas ada indikasi dugaan kesengajaan lahan tersebut sengaja dibakar,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran terus menerus terjadi di Belitung, polisi menyiapkan peralatan canggih. Seperti Mobil Water Canon. Alat tersebut disiagakan di Sijuk. Sebab, saat ini yang paling sering terjadi kebakaran ada di lokasi tersebut.

Tidak hanya itu, Polres Belitung juga membentuk tim di Polsek-Polsek yang melibatkan Satreskrim. Tujuannya untuk langsung menyelidiki terjadinya jika ada kebakaran hutan. Itu dinilai efektif untu mengantisipasi terjadinya kebakaran.

“Kami juga melakukan himbauan, seperti dalam kegiatan talk show yang dilakukan Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, serta Kasatreskrim Polres Belitung di salah satu radio tadi pagi (kemarin,red),” jelasnya.

Pada talk show tersebut, polisi meminta kepada oknum-oknum untuk berhenti melakukan pembakaran hutan. Khususnya di lahan yang kosong. Jika tetap nekat, Polres Belitung akan melakukan tindakan tegas.

“Ada banyak undang-undang yang bisa menjarat seseorang pelaku pembakaran hutan. Seperti Undang-undang nomor 32 Tahun 2009, tentang perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup,”jelasnya.

“Dan juga Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan. Pada pasal 48 dijelaskan, setiap orang dengan sengaja membuka dan mengelolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya kerusakan lingkungan hidup, diancam dengan penjara selama 10 tahun dan denda Rp 10 miliar,”sambungnya.

Sementara itu, kebakaran kembali terjadi di Kawasan Desa Juru Sebrang Tanjungpandan. Lahan hutan ilalang dan perkebunan buah seluas 14 hektar ludes terbakar. Belum diketahui pasti penyebabnya. Diduga faktor cuaca menjadi penyebab utamanya.

Untuk tindakan yang dilakaukan Jajaran Polsek Tanjungpandan yakni mendatangi lokasi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebaran tersebut. Namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp 30 juta. (kin)