Kasus Kekerasan Anak Butuh Perhatian Serius

by -

*Kekerasan Seksual Menonjol

TANJUNGPANDAN-Plt Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitungt (BPMPDPKB) Elde Rosyanti mengatakan, sebanyak lima kasus kekerasan pada anak di bawah umur 18 Tahun terjadi pada Tahun 2016 di Triwulan pertama Januari sampai Maret. “Bentuk kekerasan terhadap anak rata-rata kekerasan seksual,” jelas Elde pada Belitong Ekspres Kamis (25/5) kemarin.

Elde menjelaskan, kekerasan seksual pada anak ini merupakan kekerasan yang luar biasa. Sebab, damapaknya akan berbekas pada anak tersebut nantinya. Lantas, tingkat kepercayaan diri dari anak juga akan menurun.

Kata Else, untuk mengurangi dampak dari trauma tersebut, anak harus di dampingi oleh pisikolog dan tokoh agama untuk membangkitkan kepercayaan diri. “Setiap anak itu berbeda-beda cara mengungkapkannya, baik dari umur dan gerak tubuh. Namum, dengan pendekatan yang baik anak tersebut akan menceritakan yang sebenarnya,”ujar Elsa

Menurut Elsa, pelaku kekerasan seksual terhadap anak dapat di jerat dengan tindakan pidana dan ada Undang-undang perlindungan anak.  “Dengan adanya Perpres yang baru ini sangat baik untuk menghukum berat para pelaku kejahatan asusila terhadap anak,” ungkapnya.

Lebih jauh Elsa mengatakan, jika terjadi tindakan asusila terhapa anak lebih baik jika, segera dilakukan tes secara klinis atau visum sehingga mengutkan bukti dan memeberatakan pelakunya. “Sebaiknua Visum dilakukan lebih cepat lebih baik, namun tergantung tingkat parahnya dan bisa dilakukan tes visum meski sudah berbulan-bulan,’’ terangnya.

“Sosialisasi udah sering kami lakukan kesekolah, kecamatan, desa sampai ke perangkat desa. Namun jika ada anaknya yang diduga mengalami tindakan seksual bisa langsung datang ke kantor,”pungkasnya.(mg1)