Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Belitung Turun Selama Bulan Mei

by -
Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Belitung Turun Selama Bulan Mei
Kabid P2P Dinkes Kabupaten Belitung, Joko Sarjono.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung, mencatat kasus kematian akibat Covid-19 selama bulan Mei turun jika dibandingkan April 2021. Dari 16 kasus bulan April menurun menjadi 6 kasus di bulan Mei.

“Kematian dan jumlah kasus positif memang terlihat sudah mulai menurun untuk sekarang ini,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung, Joko Sarjono Belitong Ekspres, Rabu (2/6).

Menurut Joko, menurunnya jumlah kasus kematian akibat Covid-19 disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah semakin membaiknya penanganan Covid-19 sehingga meningkatnya angka kesembuhan.

Kemudian juga kata dia, ada faktor lain seperti pasien positif Covid-19 kategori komorbid atau memiliki riwayat penyakit penyerta yang berbeda. Dengan demikian resiko kematiannya cukup rendah.

“Namun bisa juga keterampilan dalam memberikan perawatan dan penanganan kepada pasien Covid-19 cukup baik sehingga angka kesembuhannya meningkat. Tapi ini perlu teliti, hanya analisa perkiraan saja,” sebut Joko.

Selain itu kata dia, pelaksanaan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di daerah juga dinilai berjalan dengan sangat efektif untuk menekan angka penyebaran Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami harapkan angka positif Covid-19 di bulan Juni melandai dan kami terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandas Joko.

Target 600 Orang Divaksin Setiap Hari

Sementara itu, guna mempercepat proses realisasi vaksinasi Covid-19, Dinkes juga menargetkan 600 orang divaksin dalam sehari. Joko mengatakan, dari 11.386 petugas pelayan publik, 6.514 diantara sudah divaksinasi. “Dari data yang tercatat, sudah 57,21 persen petugas pelayan publik yang sudah disuntik vaksin sampai 31 Mei,” jelasnya.

Dikatakan Joko, sedangkan untuk Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) mencatat sebanyak 1.474 dari 1.652 di daerah itu telah disuntik vaksin Covid-19. “Untuk Lansia sudah sebanyak 879 orang dari 19.598 sasaran sedangkan masyarakat untuk 380 orang,” tukasnya.

Joko menambahkan, sasaran vaksinasi selanjutnya adalah lansia termasuk pra lansia karena petugas pelayan publik setengahnya sudah divaksin. “Dalam beberapa hari ke depan kami akan mulai untuk target 600 orang dalam sehari. Ini juga sesuai petunjuk dan permintaan dari Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (dod/rez)