Kasus Korupsi Laptop DPPKAD Beltim, Direktur PT TDM Jalani Sidang Perdana

by -
Terdakwa Kunarto kasus korupsi pengadaan Laptop pada DPPKAD Kabupaten Beltim tahun anggaran 2015 menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (25/3). (Foto Istimewa)
Terdakwa Kunarto kasus korupsi pengadaan Laptop pada DPPKAD Kabupaten Beltim tahun anggaran 2015 menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (25/3). (Foto Istimewa)
Terdakwa Kunarto kasus korupsi pengadaan Laptop pada DPPKAD Kabupaten Beltim tahun anggaran 2015 menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (25/3). (Foto Istimewa)
Terdakwa Kunarto kasus korupsi pengadaan Laptop pada DPPKAD Kabupaten Beltim tahun anggaran 2015 menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (25/3). (Foto Istimewa)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Penyedia Barang Pengadaan Laptop tahun 2015 pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Beltim resmi menjadi terdakwa pada sidang pertama di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (25/3) kemarin.

Terdakwa Kunarto selaku Direktur PT Tekun Duta Multimedia (TDM) sebagai Penyedia Barang Pengadaan Laptop di dakwa dengan dakwaan primair pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999. Subsidiair pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana minimal 4 Tahun.

Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntu Umum Samsi Thalib SH, Andrie Purnama SH dan Ahmad Muzayyin SH. Sidang diketuai Hakim Nyoman Wiguna yang sebelumnya memutus perkara yang sama untuk tiga terdakwa.

“Pada sidang hari ini Senin tanggal 25 Maret 2019 dihadapan Majelis Hakim yang di Ketuai oleh Nyoman Wiguna. Atas dakwaan jaksa tersebut terdakwa akan mengajukan eksepsi atau keberatan. Sidang di tunda hari Senin tanggal 1 April 2019,” ungkap JPU Samsi Thalib sesuai rilis yang diterima Belitong Ekspres, Senin (25/3) kemarin.

Diketahui, terdakwa Kunarto telah menyerahkan diri beberapa waktu lalu sebelum kasus pengadaan laptop menyidangkan 3 tersangka lainnya. Terdakwa Kunarto merupakan tersangka keempat yang dijerat dengan dakwaan serupa.

Selama ini, terdakwa Kunarto memang tidak ditahan Kejaksaan karena dianggap kooperatif. Sebelum ditahan JPU, terdakwa Kunarto telah dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Beltim untuk melengkapi berkas dakwaan.

Sebelumnya, setelah menjalani persidangan panjang selama lebih kurang tiga bulan, Pengadilan Tipikor Pangkalpinang akhirnya memutuskan perkara korupsi pengadaan laptop tahun 2015 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). Putusan dibacakan hakim tipikor pada hari Selasa, 12 Maret 2019.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Belitung Timur yang juga bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsi Thalib membenarkan perihal putusan tersebut. Tiga tersangka atas nama Billi, Sonny dan Ferry dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 2 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999.

“Putusan perkara korupsi pengadaan laptop, majelis hakim menyatakan terdakwa Billy, Sonny dan Ferry terbukti bersalah melanggar pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana dakwaan primair, menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp.200 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujar Samsi, Selasa (12/3) kemarin.

Ditambahkan Samsi, akibat perbuatan ketiganya, negara dirugikan lebih dari dua milIar rupiah. “Jumlah kerugian negara perhitungannya diambil alih oleh majelis hakim menjadi sebesar Rp.2.394.893.181,” sebut Samsi. (msi)