Kasus Korupsi PJU Belitung dan Beltim, 3 Orang Jadi Tersangka

Suranto Wibowo

Mantan Kepala Dinas ESDM Provinsi Babel, Suranto Wibowo.

belitongekspres.co.id, SEPERTI sudah diperkirakan, mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, (Babel) Suranto Wibowo, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan perkara korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Belitung dan Belitung Timur (Beltim).

RajaBackLink.com

Selain Suranto Wibowo, penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati Babel)
juga menetapkan 2 tersangka dari pihak kontraktor, PT Niko Pratama Mandiri Jakarta masing-masing: Hidayat dan Candra.

Penetapan 3 tersangka ini disampaikan langsung oleh Aspidsus Eddi Ermawan melalui kasi penyidikan Himawan sore kemarin. Penyidikan itu tertuang ke dalam surat perintah nomor print -534/L.9/08/2019 tanggal 12 Agustus 2019. Terkait penahanan terhadap Suranto Wibowo cs, dikatakan Himawan hanya menunggu waktu saja.

“Saat ini penetapan tersangka dulu seperti yang tertuang di dalam surat perintah tersebut. Terkait penahanan kita masih akan terus melakukan pemeriksaan serta pengembangan terhadap para tersangka,” katanya kepada harian ini.

Apakah cukup sebatas 3 tersangka? Menurutnya, pengembangan penyidikan terus berlangsung hingga saat ini. Kalaupun para tersangka tidak puas atas penetapan mereka itu, maka dapat ‘bernyanyi’ saat diperiksa penyidik.

Baca Juga:  Semoga Kasus PJU di Pulau Belitong Tidak SP3

“Sementara dari hasil penyidikan menetapkan 3 tersangka dulu. Tetapi seiring pengembangan bisa saja bertambah,” ucapnya.

Minggu lalu penyidik sendiri telah melakukan penggeledahan di kantor dinas ESDM sejak pagi hingga usai waktu Zohor. Dalam penggeledahan dilakukan di 4 ruangan terpisah masing-masing milik Kadis Rusbani, Sekretaris, Bendarahara dan Kabid.

Dari penggeledahan itu penyidik menyita sebanyak 1 koper dokumen dengan 26 item pekerjaan terkait proyek PJU di Belitung dan Belitung Timur bersumber anggaran APBD 2018.

Dalam penggeledahan tak banyak pernyataan yang disampaikan oleh pihak Pidsus. Aspidsus Eddi Ermawan langsung memimpin penggeledahan dan sempat bertanya langsung dengan Rusbani terkait dokumen-dokumen proyek.

Sementara terkait penggeledahan teknis dokumen-dokumen Kasi Penyidikan Himawan dan tim penyidik yang langsung melaksanakan di empat ruangan berbeda.

“(Terkait pemeriksaan) semua yang berhubungan dengan PJU,” sebut Eddi Ermawan kepada wartawan saat keluar dari ruangan ESDM saat itu.

Baca Juga:  Terlibat Tipikor, 1.906 PNS Dipecat

Himawan mengatakan kepada harian ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti atas kasus proyek senilai Rp 2,9 miliar.

Status penanganan ini sendiri sudah sampai kepada tahapan penyidikan. “Pengumpulan bukti-bukti guna akan segera dilakukan penetapan tersangka,” katanya.

HP Suranto tak Aktif?

Sementara itu, Suranto sendiri yang –saat proyek dilaksanakan- masih menjabat sebagai Kadistamben, belum bisa dihubungi. Harian ini kemarin sore sudah berupaya meminta pernyataan namun handphone tersangka ini tidak aktif.

Namun begitu harian sudah berupaya mengirimkan permintaan konfirmasi melalui pesan singkat. Saat awal penyidikan lalu Kepada harian ini Suranto mengatakan dirinya baru tahu adanya penyidikan tersebut justeru dari harian ini.

Dia sendiri akui sudah sempat diperiksa terkait itu semua. Dia juga akui kalau proyek itu tertuang dalam surat perjanjian nomor 671/1631a/SPPJUTS/Esdm/27 Agustus 2018.

“Proyek tersebut memang dilaksanakan di zaman saya. Memang betul ada proyek di sana (Belitung). Tetapi untuk penyidikan saya belum tahu,” ucapnya yang kini duduk sebagai staf ahli Gubernur Bangka Belitung. (eza)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply