Kasus Narkoba 2018 Meningkat

by -3 views
//Semester 1, Polres Tangani 10 Kasus
//Mirisnya Melibatkan Anak di Bawah Umur
//BNNK Tantang Pemda Lakukan Tes Urine
TANJUNGPANDAN – Angka peredaran narkoba di Belitung diperkirakan akan meningkat di tahun 2018 ini. Sebab, pada satu semester pertama, terhitung mulai awal Januari hingga Juni 2018, Polres Belitung telah menangani 10 perkara kasus narkoba.
Sedangkan, pada tahun 2016 dan tahun 2017 akhir, Jajaran Polres Belitung hanya menangani 13 kasus. Meningkatnya kasus narkoba tahun 2018 ini, karena Ganja Sintesis (Gorila), yang sangat mudah didapatkan.
Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, dari data yang dihimpun hingga satu semester yakni  ada 10 kasus narkoba. Menurutnya, jumlah tersebut sangat mengkhwatirkan dan memprihatinkan.
“Baru awal satu semester plus setengah bulan ,(bulan Juli,red) kami sudah menangani sebanyak 10 kasus di tahun 2018,” ujar AKBP Yudhis Wibisana, kepada Belitong Ekspres, Jumat (13/7) kemarin.
Lebih memprihatinkan lagi, dari 10 kasus itu, beberapa di antaranya melibat anak yang masih di bawah umur. Hal itu, kemungkinan bisa naik hingga ke semester dua, yakni pada akhir tahun 2018.
AKPOL 1999 ini menjelaskan, masuknya barang haram ke Belitung ini melalui Kota maupun pulau terdekat dari Belitung. Seperti Pontianak, Palembang, Bangka maupun Jakarta.
Bahkan, untuk ganja sintesis para pembeli bisa mendapatkan melalui online. Setelah itu, dikirim melalui jasa kurir. Bahkan, pengirimannya bisa cepat hingga beberapa hari. Hal itu pernah diungkap oleh Jajaran Sat Narkoba Polres Belitung.
Selain melalui kurir, pengiriman bisa melalui pelabuhan-pelabuhan yang ada di Kabupaten Belitung. Tidak hanya itu, kemungkinan juga adanya penyelundupan melalui pelabuhan tikus yang ada.
Untuk mencegah hal itu terus terjadi, pihak Polres Belitung terus melakukan pengawasan-pengawasan ke jasa kurir-kurir yang ada di Belitung. Bahkan, dia meminta kepada pengelola agar melaporkan ke polisi, jika menemukan adanya kiriman yang mencurigakan.
“Selain itu, kita juga akan melakukan pengecekan di setiap pelabuhan tikus. Jika ada yang mengetahui adanya hal-hal yang mencurigakan, segera melaporkan ke Kantor Polisi terdekat,” pinta Kapolres.
AKBP Yudhis juga meminta kepada orang tua agar mengawasi anaknya. Termasuk peran guru dan tokoh masyarakat agar terus mensosialisasikan bahaya narkoba ke para generasi di Belitung.
“Selama tahun 2018, kita pernah menangani kasus itu. Bahkan, tersangkanya merupakan pelajar. Dia membeli barang haram itu, dari mengumpulkan uang sakunya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung Harus Sani mengatakan, 10 kasus narkoba di semester pertama menurutnya sangat tinggi. Sedangkan satu hingga dua tahun lalu, hanya menangani 13 kasus.
Kata Harun, untuk mencegah hal itu, peran dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung sangat diperlukan. Seperti melakukan sosialisasi dan pencegahan lainnya. Bahkan, BNNK Belitung pernah menantang Pemda Belitung untuk melakukan tes urine.
“Namun belum ada jawaban. Bahkan hingga saat ini kita belum mendapat jawaban, tentang tantangan tes urine itu. Selama ini, yang sering kita tes urine yakni Kodim 0414 Belitung dan Polres Belitung,” kata Harun Sani. (kin)