Kasus Pembunuhan Bu Haji Sudah Tahap 2, Cecep Diancam Hukuman Mati

by -

TANJUNGPANDAN – Masih ingat dengan Cecep, pelaku pembunuhan dan pencurian terhadap Ernawati alias Bu Haji, warga Jalan Perumnas, Desa Aik Pelempang Jaya, 21 Oktober tahun 2017 lalu. Kini kasus tindak pidana yang mengakibat kematian itu telah masuk tahap dua.

Penyidik Polres Belitung saat ini telah menyerahkan berkas perkara, tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, Rabu (14/2) kemarin sekitar Pukul 13.30 WIB. Penyerahan tersangka pembunuh berdarah dingin itu diterima langsung Kajari Belitung Sekti Anggraini, Kasi Pidum Kejari Belitung Afridel dan MTR Anggoro selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berdasarkan berkas perkara yang diterima Kejari Belitung, dengan Nomor Polisi : BP/42/A.1/X/2017/Reskrim. Tersangka Cecep diduga telah melanggar primair pasal 340 KUHP, subsidair pasal 338 KUHP lebih subsidair Pasal 365 ayat (3) KUHP. Motif Cecep tega menghabisi nyawa Bu Haji lantaran dendam. Tersangka sering diejek saat masih bekerja dengan suami korban.

“Hari ini (kemarin,red) kami menerima berkas perkara kasus pembunuhan berencana atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibat kematian di Jalan Perumnas, Desa Aik Pelempang Jaya. Berkas perkara tersebut akan kita limpahkan ke pengadilan, minggu depan tanggal 21 Februari 2018,” kata Kasi Pidum Kejari Belitung Afridel kepada Belitong Ekspres seizin Kajari Belitung.

Kasi Pidum menjelaskan, berdasarkan pasal-pasal yang disangkakan terhadap pelaku. Cecep terancam mendekam di penjara seumur hidup atau hukuman mati. “Untuk dakwaan tergantung fakta-fakta yang terungkap saat persidangan. Namun, berdasarkan pasal yang disangkakan, pelaku diancam hukuman mati,” tandasnya.

Afridel menambahkan, untuk dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh tersangka Cecep, hingga kini belum bisa dibuktikan. Sebab, di tingkat penyidik belum menemukan dua alat bukti yang cukup. Sehingga dugaan tersebut belum dapat didakwakan.

“Pertanyaannya apakah pelaku melakukan perbuatan tersebut saat korban masih hidup atau sudah meninggal dunia. Ini yang masih harus dibuktikan. Kalau sudah meninggal dunia, tidak bisa dijerat. Karena dalam KUHP belum ada pasal yang mengatur,” pungkasnya.(wan)