Kasus Penggelapan Uang, Ketua Koperasi Non-Aktif Palsukan Tandatangan Kades Air Selumar?

by -
Kasus Penggelapan Uang, Ketua Koperasi Non-Aktif Palsukan Tandatangan Kades
Ilustrasi

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kepala Desa (Kades) Air Selumar Imam Rafli didampingi Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Air Selumar Syahnan meluruskan pemberitaan Harian Belitong Ekspres, dengan judul “Uang Koperasi Ratusan Juta Diduga Digelapkan,” Edisi Jumat (24/2/2020) kemarin.

Menurut Ketua BPD Air Selumar Syahnan, terduga pelaku yang dilaporkan itu atas nama Evan Sunata sebagai Ketua Koperasi Plasma Sejahtera Bersama, bukan Sopian seperti berita sebelumnya. Sedangkan Sopian sebagai pelapor yang menjabat sebagai wakil ketua koperasi.

“Sopian yang diberitakan sebelumnya sebagai terlapor juga ikut bersama kami melaporkan pelaku ini. Jadi dia bukannya sebagai terlapor, tapi ikut melaporkan,” jelas Ketua BPD Air Selumar Syahnan kepada belitongekspres.co.id, Jumat (24/1/2020).

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kades Air Selumar, Imam Rafli membenarkan atas adanya laporan tersebut. Katanya, pelaku yakni Ketua Koperasi (dinonaktifkan), Evan Sunata. Dia diduga telah memalsukan tanda-tangannya selama dua kali, yakni pada Agustus dan September 2018 lalu.
Menurut Imam, pada saat penandatanganan tersebut, ia sedang berada di luar pulau Belitung, sehingga tidak merasa bahwa ia telah menandatangani berkas syarat pencairan dana Koperasi Plasma Sejahtera Bersama Desa Selumar.

“Saat itu, dari tanggal 18, 19 dan 20 saya berada di luar Belitung. Ada semua SPJ-nya. Dan saya baru pulang tanggal 21-nya. Makanya aneh kalau saya ada tanda tangan pada tanggal tersebut,” jelas Imam kepada Belitong belitongekspres.co.id (24/1/2020).

Imam mengakui, bawasannya tidak menutup kemungkinan ia yang bertanda tangan tersebut. Sebab, biasanya ia menandatangani berkas sehari sebelum ia melakukan perjalanan dinas. Namun yang pasti kata Kades Air Selumar, ia tidak bisa mencairkan uang koperasi tersebut.

“Saya sebagai kades hanya (tanda tangan) mengetahui saja. Untuk pengambilan uang dan lain sebagainya itu hanya bisa diambil oleh ketua (koperasi) saja. Kalau saya yang ambil (uang) ke bank maka sudah pasti akan ditolak oleh pihak bank, itu sudah ada aturannya. Apalagi disetiap pencairan itu ada cap dari koperasi yang hanya dipegang oleh ketua koperasi,” paparnya.

Sementara itu pada pemberitaan sebelumnya, kasus dugaan penggelapan uang Koperasi Plasma Sejahtera Bersama Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk kini tengah menjalani tahap pemeriksaan saksi di Polres Belitung.

Kasus ini secara resmi telah dilaporkan oleh Kepala Desa Air Selumar Iman Rafli seperti yang tercantum dalam Surat Tanda Bukti Laporan (STBL) No. Pol. :STBL/B 04/I/2020/BABEL/RES BELITUNG.

Namun, perjalanan kasus itu cukup memakan waktu yang lama. Tahapan mediasi sudah beberapa dijalani antara ketua koperasi Evan Sunata yang diduga sebagai pelaku bersama anggota Koperasi Plasma Sejahtera Bersama.

Menurut keterangan Ketua BPD Desa Air Selumar, Syahnan yang ikut mendampingi anggota koperasi (Masyarakat) saat mendatangi Polres Belitung pada Senin (20/01/2020) pagi, untuk menanyakan proses perkara tersebut.

“Kami BPD Air Selumar hari ini (Senin) mendampingi masyarakat untuk mempertanyakan kelanjutan proses laporan dugaan penggelapan dana oleh pengurus koperasi sejak tanggal 2 Desember kemarin,” Syahnan.

Dikatakannya, pihak BPD Desa Aik Selumar bersama masyarakat diminta oleh pihak kepolisian agar bisa melengkapi berkas pelaporan serta proaktif. “Mereka menyambut kami sangat baik sekali dan masih dalam proses perlengkapan pelaporan. Mereka menunggu dan kami pun diminta proaktif. Masyarakat maupun lembaga BPD diminta untuk melengkapi berkas untuk mempercepat laporan itu,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa pelaporan ini atas nama Kepala Desa Air Selumar dikarenakan ada dugaan pemalsuan tanda tangan Kepala Desa. Untuk nilai uang yang digelapkan oleh pelaku berjumlah ratusan juta rupiah, namun sebagian sudah dikembalikan saat terjadi mediasi.

“Yang melaporkan kemarin Pak Kades dengan pengurus. Adapun jumlah dana yang digelapkan sebesar Rp 636.021.595. “Saat mediasi ada beberapa yang sudah dibayarkan. Ada Rp 195.000.000 yang sudah dibayarkan dari keseluruhan,” terangnya.

Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa saat dikonfirmasi wartawan membenarkan laporan tersebut. Katanya, ketua koperasi non-aktif Evan Sunata yang dilaporkan oleh Iman Rafli sebagai perwakilan dari anggota koperasi tersebut.

Menurut AKP Erwan, kasus ini tengah berjalan dan masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi. “Masih pemeriksaan saksi-saksi. Sementara baru empat saksi yang kita periksa,” kata Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa.

Selanjutnya, penyidik akan meminta kembali keterangan terhadap saksi lainnya yang dianggap mengetahui kejadian tersebut. “Ya nanti kita akan panggil lagi saksi yang sekiranya tahu perbuatan pelaku. Setelah saksi-saksi baru pemeriksaan terhadap pelaku,” pungkasnya.

Editor: Yudiansyah
Reporter: Faizal