Kasus Perampokan Bersenpi Masih Jadi PR

ilustrasi perampokan pistol

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Selama 6 bulan terakhir (semester 1) Satreskrim Polres Belitung mengungkap 3 kasus tindak pidana khusus (Pidsus). Salah satunya yang mengemparkan masyarakat adalah kasus penistaan agama, yang terjadi beberapa waktu lalu.

RajaBackLink.com

Selain itu, ada dua kasus lainnya yakni tambang timah ilegal di kawasan Sungai Hulu Sambas, Air Ketekok.

Sedangkan kasus ketiga polisi mengamankan ratusan botol minuman alkohol yang tidak memiliki izin perdagangan.
Kasatreskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa mengatakan, tiga kasus ini sudah naik ke proses penyidikan. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan kasusnya sudah sampai ke tingkat persidangan.

Namun, untuk yang kasus penistaan agama yang terjadi beberpa waktu lalu jajaran kepolisian masih mengumpulkan sejumlah bukti. Barang bukti itu untuk melengkapi dalam pemberkasan sebelum diserahkan ke Kejaksaan Negeri Belitung.

Baca Juga:  Valentine Dining di Swiss-Belresort Tanjung Binga, Sukses Bius Tamunya

“Mungkin dalam waktu dekat kita sudah akan kirim berkas ke Kejaksaan Negeri Belitung. Untuk kasus penistaan memang sempat mengemparkan. Beruntung kita langsung amankan,” ujar AKP Erwan, Kamis (4/7).

Sementara itu, untuk yang pidana umum (Pidum) Satreskrim masih merekapnya. Namun, di antara sejumlah kasus yang masuk, satu perkara masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Yakni perampokan dengan senjata api (bersenpi).

Sebab, hingga saat ini Jajaran Satreskrim Polres Belitung belum menangkap terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut. Apalagi diduga terduga tersangkanya merupakan oknum aparat yang bertugas di Pulau Belitong.

Baca Juga:  KPK Datangi Pemkab Beltim Terkait Nota Kesepahaman

Dalam curas dengan senpi ini ada tiga kejadian. Pertama terjadi di kawasan Simpang Membalong, Tanjungpandan. Kedua dan ketiga berada di kawasan AWR Buding, Kecamatan Badau.

Adanya kasus ini sempat membuat resah masyarakat. Mereka meminta agar pihak kepolisian segera menangkap terduga pelaku, dan memprosesnya sesuai dengan aturan hukum dan undang-undang yang ada.

“Untuk kasus curas dengan senjata api, hingga saat ini kita masih melakukan penyelidikan,” terang AKP Erwan. Namun demikian, dia masih enggan berkomentar banyak mengenai perkembangan kasus tersebut. (kin)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply