Kasus Reklamasi Pantai Air Saga, PT BMMI Segera Disidang

by -
Kasus Reklamasi Pantai Air Saga, PT BMMI Segera Disidang
Kajari Belitung, Ali Nurudin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Penyidik Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menyerahkan berkas dan tersangka korporasi kasus Reklamasi Pantai Air Saga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, pekan lalu. Yakni korporasi PT Belitung Mandiri Mulia Indah( BMMI) yang diwakili oleh direktur utama BR (58).

Selain itu penyidik Gakkum juga menyerahkan beberapa barang bukti. Seperti berkas dan dokumen. Dalam penyerahan ini disaksikan Kasubdit Penyidikan Perusakan Lingkungan, Kebakaran Hutan dan Lahan (PPLKH) Firdaus Alim Damopolii dan jaksa peneliti dari Kejagung RI.

Dalam kasus ini, PT BMMI diduga melakukan reklamasi pantai tanpa izin yang menyebabkan rusaknya mangrove di Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung Ali Nurudin mengatakan, berkas dan tersangka sudah diserahkan. Rencananya dalam waktu beberapa pekan ke depan akan disidang. Sebab Minggu depan, kejaksaan akan mengirim berkas kasus ini ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Kasus ini hampir mirip dengan sebelumnya. Yakni PT PAN yang saat ini masih dalam proses sidang pemeriksaan saksi-saksi. Namun lokasinya berbeda. “Mereka melakukan pekerjaan ini di kawasan yang sama. Tapi lokasinya berbeda. Tapi karena lokusnya di Tanjungpandan, maka tahap duanya diserahkan ke Kejari Belitung,” jelasnya.

Setelah tahap dua (penyerahan berkas dan tersangka), Kejari Belitung akan mengintruksikan jaksa penuntut umum, untuk membuat dakwaan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

“Bahkan dalam kasus ini keduanya dijerat dengan pasal yang sama. Yaitu, Pasal 98 dan Pasal 109, Junto Pasal 116 Huruf a Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” terang Ali.

“Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. Kasus ini nantinya yang akan disidangkan korporasinya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Direktorat Jendral (Ditjen) Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah menahan TI (48) terkait kasus perusakan lingkungan hidup di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan perusakan mangrove dan reklamasi pantai tanpa izin di Desa Air Saga dan Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan. Penetapan tersangka oleh Penyidik LHK berdasarkan alat bukti yang cukup terkait tindak pidana perusakan lingkungan dan kegiatan tanpa izin.

TI ditetapkan sebagai tersangka dari pengembangan kasus reklamasi pantai tanpa izin dan perusakan lingkungan yang disegel oleh tiga Kementerian tahun 2019 lalu. Yaitu PPNS KLHK, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Penyidik LHK Ditjen Gakkum KLHK sebelumnya, sudah memeriksa beberapa saksi, antara lain pemilik hotel di sekitar pantai Desa Air Saga, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung.

Selain itu juga Kantor Pertanahan Kabupaten Belitung, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Babel, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel, masyarakat Desa Air Saga, dan pakar hukum serta ahli Ekologi Hutan Mangrove.

Selain penahanan TI, Penyidik LHK Ditjen Gakkum KLHK juga telah menetapkan PT. PAN dan PT. BMMI selaku pemilik hotel menjadi tersangka korporasi perusakan lingkungan akibat Reklamasi Pantai di Desa Air Saga dan Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan. (kin)