Kasus Reklamasi Pantai Air Saga, Usut Keterlibatan Orang-Orang Besar

by -
Kasus Reklamasi Pantai Air Saga, Usut Keterlibatan Orang-Orang Besar

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Penahanan TI (48), sebagai tersangka kasus dugaan perusakan mangrove dan reklamasi pantai tanpa izin di Desa Air Saga dan Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, mendapat soroton dari tokoh masyarakat Belitung H Muchtar Motong (Tare).

Menurut Tare, Penyidik Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Direktorat Jendral (Ditjen) Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), harus tegas dalam menangani kasus pengerusakan lingkungan hidup tersebut. Jangan hanya TI saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

Pasalnya, kata Tare, TI hanya orang yang disuruh dalam melakukan penimbunan di kawasan Air Saga. Sedangkan dia menduga ada keterlibatan orang-orang besar dalam kasus ini. “Kenapa penyidik tidak menetapkan orang yang memerintah (menyuruh). Dalam hal ini keadilan harus benar-benar ditegakan,” tegasnya.

Dengan adanya penetapan TI sebagai tersangka, Tare juga menduga hampir sebagian besar reklamasi yang ada di kawasan Air Saga bermasalah. Bahkan, hal tersebut menjadi persoalan yang besar. Maka dari itu, dia meminta dalam hal ini hukum harus benar-benar ditegakkan.

Di sisi lain, dia me-warning Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung maupun Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel), untuk tidak seenaknya memberikan izin untuk penimbunan di area pantai. Sehingga kasus seperti ini tidak kembali terjadi. “Jangan hanya karena alasan memajukan sektor pariwisata, lalu menabrak Undang-undang yang ada. Tentu ini akan merugikan banyak orang,” pungkasnya.

Belitong Ekspres mencoba mengkonfirmasi pengelola sejumlah hotel yang ada di kawasan Air Saga, Tanjungpandan. Namun sayang mereka enggan berkomentar mengenai masalah kasus yang heboh diperbincangkan publik tersebut. “Kita tidak berkomentar masalah itu,” kata salah satu GM Hotel di Jalan Air Saga.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Direktorat Jendral (Ditjen) Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah menahan TI (48) terkait kasus perusakan lingkungan hidup di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel).