Kasus Tambang Ilegal di Dukong, Dua Penambang Segera Disidang

by -
Kasus Tambang Ilegal di Dukong, Dua Penambang Segera Disidang
Tersangka Asri dan Supri saat diserahkan polisi ke Kejaksaan Negeri Belitung.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dua tersangka kasus pertambangan ilegal di kawasan Pilang, Desa Dukong, Asri Cahyadi dan Supriyadi, sudah diserahkan Jajaran Satreskrim Polres Belitung ke Kejaksaan, Jumat (12/3) pekan lalu.

Itu artinya, berkas penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Belitung sudah lengkap (P21). Saat ini, keduanya resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Belitung. Meski begitu, sekarang mereka masih dititipkan di Rutan Polres Belitung.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan, keduanya merupakan penambang yang ada di kawasan Desa Dukong. Mereka diamankan polisi, beberapa hari setelah adanya penertiban pada Januari lalu.

“Waktu itu awalnya kita mendapat informasi di Medsos adanya aktivitas pertambangan yang diduga ilegal. Saat melakukan penertiban, kami melihat adanya aktivitas pertambangan di lokasi. Lalu kami memanggil sejumlah saksi para penambang, serta sejumlah masyarakat,” kata AKP Chandra kepada Belitong Ekspres, Minggu (14/3).

Dari hasil pemeriksaan dari saksi-saksi, keduanya (Asri dan Supriyadi) merupakan pemilik dari peralatan tambang jenis tower yang ada di lokasi. Hingga akhirnya, pihak kepolisian menangkap kedua pelaku, lalu ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat Pasal 158 Undang-Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 2 KUHPidana. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. “Untuk berkas dan tersangka beserta sejumlah barang bukti, sudah kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Belitung, Jumat lalu,” pungkasnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belitung Tri Agung Santoso mengatakan, kedua berkas tersangka sudah dilimpahkan penyidik Polres Belitung. Bahkan sudah dilakukan penelitian. “Berkas tersangka dan barang bukti sudah lengkap. Rencananya, dalam waktu dekat akan kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan untuk segera disidangkan,” katanya. (kin)