Kasus Tragedi Sijuk dan PT BMMI Disidang Pekan Depan

by -
Kasus Tragedi Sijuk dan PT BMMI Disidang Pekan Depan
Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Ali Nurudin

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dua kasus yang menggemparkan publik Belitung, rencananya pekan depan akan disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Yakni kasus penganiyaan, pembakaran dan pengerusakan saat penertiban tambang ilegal Sijuk dan perkara koorporasi di kawasan Air Saga, Tanjungpandan.

Sebelumnya, sembilan tersangka dugaan kasus penganiyaan, pembakaran dan perusakan tragedi Sijuk, diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung. Penyerahan tersangka dan barang bukti ini dilakukan di Kantor Kejari Belitung, Jalan Sriwijaya, Selasa (8/12) lalu.

Sejumlah barang bukti yang diserahkan seperti beberapa unit mobil, truk milik Satpol PP Kabupaten Beltim. Selain itu juga ada alat tambang yang dirusak oleh oknum Satpol PP Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Dalam kasus ini, Polres Belitung menetapkan 9 orang sebagai tersangka. 8 orang merupakan oknum penambang yang melakukan pengerusakan terhadap fasilitas negara. Serta satu orang merupakan oknum Satpol PP Babel.

Untuk yang dari penambang, mereka adalah Martani, Wendri, Anggara, Nurdiansyah, Galu, Iskandar, Hendra dan Indra. Sedangkan untuk Satpol PP Provinsi Babel adalah Sandi. 8 penambang dijerat Pasal 170 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 Tentang Kekerasan Terhadap Orang atau Barang. Serta Pasal 212 KUHP Tentang melawan petugas.

Sedangkan untuk anggota Satpol PP Babel Sandi dijerat dengan Pasal 170 Ayat 1 Junto Pasal 55 Ayat 1 atau Pasal 406 Ayat 1 Junto Pasal 406 Ayat 1 Junto Pasal 55 Ayat 1. Saat ini mereka sudah ditahan di Rutan Polres Belitung.

Selain kasus tragedi Sijuk, Kejari Belitung juga menangani kasus reklamasi di kawasan Air Saga. Beberapa pekan lalu, penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menyerahkan berkas dan tersangka kasus reklamasi ke Kejari Belitung.

Yakni tersangka korporasi PT Belitung Mandiri Mulia Indah (BMMI) yang diwakili oleh direktur utama BR (58). Selain itu, penyidik juga menyerahkan beberapa barang bukti. Seperti berkas dan dokumen.

Saat penyerahan yang dilakukan beberapa waktu lalu, disaksikan Kasubdit Penyidikan Perusakan Lingkungan, Kebakaran Hutan dan Lahan (PPLKH) Firdaus Alim Damopolii dan jaksa peneliti dari Kejagung RI.

Pada kasus ini, PT BMMI diduga melakukan reklamasi pantai tanpa izin yang menyebabkan rusaknya mangrove di Desa Air Saga, Kelurahan Tanjungpandan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Ali Nurudin mengatakan, kedua kedua perkara kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Senin lalu. Yakni untuk segera disidangkan. “Saat ini masih menunggu jadwal untuk disidangkan,” kata Ali Nurudin kepada Belitong Ekspres, Selasa (15/12).

Sementara itu, Juru Bicara Pengadilan Negeri Tanjungpandan Rino Adrian Wigunadi mengatakan, pihaknya membenarkan adanya dua pelimpahan kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri Belitung ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Dijelaskan Rino, rencananya pekan depan masing-masing kasus tersebut akan disidangkan. Yakni dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Belitung.

“Untuk kasus PT BMMI sidang perdana akan dilaksanakan Senin (21/12). Sedangkan untuk kasus perkara di Sijuk, akan dilaksanakan Selasa (22/12) mendatang,” kata pria penghobi olahraga ini. (kin)