Kaur Keuangan Desa Selat Nasik Terancam 20 Tahun Penjara

by -
Kaur Keuangan Desa Selat Nasik Terancam 20 Tahun Penjara
Petugas lapas Kelas II B Tanjungpandan saat memeriksa tersangka. (ist)

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kaur Keuangan Desa Selat Nasik berinisial MS (31) resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung. Wanita yang terjerat kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) ini, telah dititipkan di Lapas Kelas II B Tanjungpandan, Selasa (17/2).

Penyidik Kejari Belitung sudah melaksanakan penyerahan MS yang merupakan tersangka penyalahgunaan Dana Desa tahun 2019 dan barang bukti (Tahap dua), ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Belitung Heru Apriyanto mengatakan, sebelumnya sudah dilakukan penyidikan terhadap tersangka. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Selain itu, pihak Inspektorat Kabupaten Belitung juga telah melakukan audit. Hasilnya ada kerugian negara yang ditimbulkannya dalam kasus ini, yakni sebesar Rp 317.317. 225.
“Berdasarkan pengakuannya, uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Salah satunya membayar arisan online,” kata Kasi Pidsus Kejari Belitung Heru Apriyanto kepada Belitong Ekspres, Rabu (17/2).

Heru memaparkan, selama 20 hari kedepan, tersangka dititipkan ke Lapas Tanjungpandan. Setelah itu, JPU akan melimpahkan ke Pengadilan Tipikor yang ada di Pangkalpinang untuk disidangkan.

Dia menjelaskan, dalam kasus tersebut, Kejari Belitung menjerat tersangka dengan Pasal 2 Ayat 1, Juncto (Jo) Pasal 3, jo Pasal 8, Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001, Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999, tentang Tipikor.

“Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. Sebelum tersangka dititipkan ke Lapas, disudah dilakukan pemeriksaan. Kondisi kesehatan hingga tes Covid-19. Dari hasil tes tersebut, tersangka dinyatakan sehat. Seperti negatif Covid. Dan tidak dalam kondisi hamil,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Belitung resmi menetapkan wanita berinisial MS (31) Kaur Keuangan Desa Selat Nasik, sebagai tersangka. Dia diduga melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) Dana Desa tahun anggaran 2019.

Penetapan tersangka dilakukan usai Jajaran Pidana Khusus (Pidsus) melakukan gelar perkara, di Kantor Kejari Belitung, Jalan Sriwijaya Tanjungpandan, Kamis (10/9) tahun lalu.
Dari hasil gelar tersebut ditemukan tiga alat bukti yang cukup, untuk menetapkan wanita ini sebagai tersangka. Bukti itu seperti keterangan saksi-saksi, dan surat berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari inspektorat.

Dalam kasus ini, negara dirugikan kurang lebih Rp 317 juta. Uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi. Awal mula terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan yang disembunyikan namanya. Saat itu dia melakukan pemeriksaan laporan keuangan desa. Namun, ada kejanggalan. (kin)