Kecamatan Rangkui Gelar Musrenbang Minta Kenaikan Insentif RT/RW

by -

*Banyak Kantor Lurah Masih Sewa

ilustrasi-musyawarah-desa
ilustrasi. Foto : OkeManado.Com

PANGKALPINANG – Kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang dilakukan di ruang pertemuan Kecamatan Rangkui, Jumat (3/2) kemarin. Dalam Musrenbang tersebut banyak sekali persoalan yang diangkat, salah satunya perihal kantor kelurahan yang masih sistem pinjam dan permasalahan insentif pengurus RT/RW yang masih dinilai sangat minim.

Seperti yang dikatakan oleh Lurah Gajah Mada, Arani menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum memiliki kantor sendiri, tapi masih pinjam dan kontrak. Melalui Musrenbang ini pihaknya berharap persoalan ini menjadi prioritas pembangunan dalam pembahasan Musrenbang Kecamatan Rangkui ini.

“Kami minta tolong kantor Kelurahan Gajah mada dan Kelurahan Asam dibangun tahun ini. Sudah beberapa tahun ini kami belum memiliki kantor resmi, yang sekarang ini kami mengontrak,” ujarnya.

Lanjutnya, sudah sekian lama pihaknya memakai kantor yang lahannya milik Kodim, tapi tidak ada juga pengajuan untuk membangun kantor lurah baru, kerusakan bangunan yang ada hanya diperbaiki seadanya untuk tetap menjaga kualitas bangunannya. “Kami sangat mengharapkan kantor lurah ini menjadi milik pemerintah bukan menyewa sampai saat ini,” pintanya.

Tidak hanya permasalahan kantor kelurahan, Lurah Parit Lalang, Husin juga meminta, kedepan pemerintah untuk segera menaikkan insentif gaji RT dan RW dari sebelumnya sesuai janji pemerintah. “Kami meminta di Musrenbang ini insentif RT dan RW dinaikkan dari sebelumnya,” sebutnya.

Untuk diketahui katanya, di Pangkalpinang insentif RT dan RW paling kecil dibandingkan daerah kabupaten lainnya. Padahal RT dan RW memiliki tugas yang sangat berat karena berurusan langsung ke masyarakat. “Dari yang sebelumnya insentif yang diterima oleh ketua RT sebesar Rp350 ribu dan sekretaris RT Rp300 ribu untuk ditingkatkan menjadi Rp500 ribu dan Rp450 ribu. Ini permintaan para RT dan RW se Kecamatan Rangkui,” sebut Husin.

“Semoga kedepan pemerintah lebih memperhatikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, melalui program mereka seperti 3S agar lebih transparan seperti apa pengunaan anggaran tersebut. Agar program itu tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya Kecamatan Rangkui,” tukasnya. (tya)