Keindahan Alam Saja Tak Cukup

by -

*Dalam Percepatan Pembangunan Sektor Pariwista
TANJUNGPANDAN-Untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata Belitung, bermodal keindahan alam saja tidak cukup. Oleh karenanya ada beberapa hal yang perlu dilakukan segera oleh stakeholder (Pemangku kepentingan, red) di Kabupaten Belitung.
Itu diungkapkan Reihard Nainggolan salah satu wisatawan asal Jakarta, yang sengaja memboyong keluarganya untuk berlibur selama seminggu di Belitung, kepada Belitong Ekspres, Selasa (17/5) kemarin.
Menurutnya, hal pertama yang perlu dilakukan yaitu, penguatan iklim investasi yang sehat melalui sejumlah kebijakan dan Peraturan Daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan.
Bicara mengenai iklim investasi yang sehat kata dia, berarti terkait dengan kepastian hukum dan proses perijinan yang cepat, transparan dan tidak berbelit-belit (satu pintu). Kepastian hukum terutama mengenai  status lahan yang menjadi lokasi pengembangan pariwisata.
“Lahan yang telah memiliki status yang jelas dan legal hendaknya tidak lagi mendapat gangguan dalam bentuk apapun, dari pihak manapun. Hal ini penting  agar proses pengembangan pusat-pusat wisata dapat segera terealisasi. Tingkat kepercayaan investor juga terjaga dengan baik,” ujar Reihard.
Hal yang kedua kata dia, yaitu berupaya memperpanjang waktu tinggal wisatawan dengan melaksanakan sejumlah event tahunan secara kontiniu, baik dalam bidang olah raga, MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exebition), maupun atraksi atau pertunjukan seni dan budaya. Sedapat mungkin, event juga harus berskala  nasional, bahkan internasional.
Khusus pertunjukan seni dan budaya, selain yang sifatnya tahunan, sangat penting juga diselenggarakan yang sifatnya reguler, misalnya setiap hari Jumat dan Sabtu. Pertunjukan reguler seperti ini akan memberikan kesan yang lebih mendalam bagi wisatawan karena wisatawan tidak hanya disuguhi keindahan alam yang notabene anugerah sang pencipta.
“Lokasi wisata Belitung  yang menyajikan keindahan alam ditambah Kampung Ahok dan Museum Kata, dapat dikunjungi hanya dalam waktu dua hari.Setelah itu, tidak ada alasan kuat bagi wisatawan untuk memperpanjang masa tinggalnya. Padahal dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Belitung, banyak wisatawan yang akan memperpanjang masa kinjungannya satu atau dua hari lagi,” paparnya.
Kemudian yang ketiga, untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata, peningkatan fasilitas pusat-pusat wisata perlu segera dilakukan. Seperti tempat bilas atau shower air bersih yang representatif sama sekali tidak tersedia di hampir semua pantai di Belitung. Padahal pembangunan fasilitas tersebut tidak membutuhkan waktu lama dan dana yang besar.
“ Nah yang keempat, saya rasa perlu peningkatan kualitas SDM pelaku wisata. Ini penting karena pelaku wisata adalah  ujung tombak pengembangan wisata, dan yang keima yang tak kalah penting yaitu, soal pengembangan pasar dan promosi,” terang pria yang lahir di tanah Minang ini.
Berbicara soal pasar dan promosi, seluruh stakeholder pariwisata Belitung perlu memetakan dan membuat target-target pasar baru. Selama ini mayoritas wisatawan domestik yang berkunjung ke Belitung berasal dari Jakarta. Padahal potensi wisatawan dari Sumatera bagian timur, seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat serta dari daerah-daerah di Kalimantan cukup besar.
“Pemetaan dan  penetapan target pasar baru tersebut, harus diikuti dengan pembukaan akses atau jalur penerbangan baru yang sifatnya langsung ( direct fligh),  bukan transit. Upaya dan model promosi yang lebih gencar, cerdas dan tepat sasaran juga harus dirumuskan dan dilaksanakan segera,” tandas Reihard yang mengaku sudah jatuh cinta dengan keindahan alam Pulau Belitung. (yud)