Kejagung Sita Aset Heru Hidayat di Desa Keciput, Tapi Bukan Lapangan Golf

by -
Kejagung Sita Aset Heru Hidayat di Desa Keciput, Tapi Bukan Lapangan Golf
Tanah sitaan milik tersangka Heru Hidayat di Desa Keciput.

belitongekspres.co.id, SIJUK – PT Belitung Golf and Resorts (BGR) mengakui adanya jual beli lahan di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk dengan PT Seribu Pulau Tropika. Namun lahan tersebut tidak masuk dalam area untuk lapangan golf.

Sebelumnya, terkait kasus dugaan korupsi PT Asabri, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyita sejumlah aset milik tersangka Heru Hidayat (PT Seribu Pulau Tropika) yang ada di Belitung. Salah satu tahan bersebelahan dengan Black Rock Golf.

General Manager PT Black Rock Golf Belitung Rina Maharani mengatakan, dia sudah membaca di media mengenai pemberitaan masalah kasus korupsi PT Asabri yang terkait dengan lahan milik PT Seribu Pulau Tropika.

Dalam kasus ini, yang bersangkutan memiliki sejumlah aset di Belitung. Salah satunya lahan yang ada di sekitar lapangan golf Black Rock. Sehingga banyak orang yang menduga lahan yang disita merupakan lokasi golf.

“Di sini kita meluruskan berita yang ada di daerah maupun di nasional. Aset yang disita oleh negara tidak masuk lokasi atau area lapangan golf,” kata wanita asal Bogor ini kepada Belitong Ekspres, Kamis (27/5) kemarin.

“Kita tidak melakukan pembangunan golf atau fasilitas lainnya di dekat tanah milik Heru. Sekarang final sudah selesai 18 hole beroperasional di lokasi yang memang diperuntukkan untuk bermain golf,” sambungnya.

Dia menambahkan, sebelum terjadinya jual beli, PT Ranati memiliki lahan seluas 273 hektar. Lalu 1,6 hektar dijual kepada PT Seribu Pulau Tropika. Sehingga lahan tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan lahan kawasan Ranati,” ungkapnya.

Dikatakan Rina, dengan adanya pemberitaan di media mengenai hal ini membuat para pecinta golf di Indonesia bertanya-tanya. Apakah lapangan golf di Black Rock Belitung tutup atau masih beroperasi.

“Kita menjawab ke mereka, kasus PT Asabri tidak ada kaitannya dengan lapangan golf. Ya, akhirnya mereka tahu dan tidak menyurutkan orang luar Belitung untuk bermain golf,” pungkas Rina. (kin)