Kejaksaan Masih Rahasiakan Inisial Tersangka

by -

*Kasus Dugaan Korupsi Rumah Pintar SKB dan Dana Hibah Rumah Dinas Kodim

TANJUNGPANDAN – Kejaksaan Negeri Tanjungpandan masih terus mendalami kasus rumah pintar (rumpin) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Belitung dan kasus dana hibah untuk rumah Dinas Kodim 0414 Belitung.

Meski sudah ada tersangka, Kejaksaan masih belum membeberkan nama tersangka untuk kedua kasus tersebut. Sejauh ini baru dua inisial H dan S untuk kasus rumpin yang baru diketahui.

“Kita belum berani bicara, nanti kalau sudah tahap tuntutan baru, siapapun boleh tahu,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Khristiya Lutfiasandhi di ruang kerjanya, Kamis (23/7) kemarin.

Alasan kejaksaan karena khawatir mengganggu tahap penyidikan. Ia mengaku tersangka maupun saksi kooperatif dan tidak akan menghilangkan barang bukti. Kedua kasus yang bermula dari laporan masyarakat ini, akan segera diselesaikan tahun 2015.
“Jelas kita mau selesai tahun ini. Saya orangnya gak mau numpuk-numpuk kerjaan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Tanjungpandan sedang mendalami kasus rumah pintar (rumpin) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Belitung dan kasus dana hibah untuk rumah Dinas Kodim 0414 Belitung. Empat tersangka sudah ditetapkan untuk kasus rumpin. Sedangkan kasus dana hibah untuk rumah Dinas Kodim 0414 Belitung sudah ditetapkan dua tersangka.

Kasus rumpin diduga ada perbuatan melawan hukum penyelewengan uang Rp 200 juta. Kejaksaan juga sudah melakukan penggeledahan di SKB. Sementara kasus dana hibah untuk rumah Dinas Kodim 0414 Belitung adanya pencairan dana yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) oleh oknum petugas BRI Tanjungpandan. (ade)