Kejari Belitung Musnahkan BB Miras Hasil Dari Razia Polisi dan Satpol PP

by -
Kejari Belitung Musnahkan BB Miras Hasil Dari Razia Polisi dan Satpol PP
Kajari, Polisi dan Pol PP saat memusnahkan barang bukti miras, Rabu (17/6).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Puluhan barang bukti (BB) minuman keras (miras) berbagai merek, dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung. Pemusnahan BB ini juga disaksikan Polres Belitung dan Satpol PP Kabupaten Belitung di Kantor Kejari Belitung, Rabu (17/6).

Selain minol jenis botol, mereka juga memusnahkan BB beberapa jerigen miras seperti tuak dan arak. Barang tersebut didapat saat Polres Belitung dan Satpol PP melakukan razia.

Kajari Belitung Ali Nurudin mengatakan, barang bukti minuman beralkohol yang dimusnahkan sudah memiliki hukum tetap. Sebab sang pemilik sudah disidangkan dan telah dijatuhkan vonis oleh Pengadilan Negeri Belitung.

“Beberapa waktu lalu pengadilan sudah mensidangkan perkara tindak pidana ringan (Tipiring) tersebut,” kata Ali Nurudin usai pemusnahan minum haram tersebut.

Dijelaskan Ali, untuk minuman beralkohol jenis botol polisi mengamankan beberapa bulan lalu. Barang tersebut merupakan kiriman dari luar Belitung. Lalu hendak dijual di Negeri Laskar Pelangi.

“Pemilik berinisial AN. Pelanggaran karena karena tidak memilik izin menjual minuman tersebut. Dia sudah divonis denda oleh Pengadilan Negeri Belitung. Dan BB-nya disita untuk dimusnahkan,” kata Ali.

Sedangkan untuk minuman keras jenis arak dan tuak diamankan oleh Jajaran Satpol PP Kabupaten Belitung. Mereka menangkap di dua lokasi yang berbeda. Yang pertama mengamankan sekitar kurang lebih 30 liter. Yakni BB milik NP.

Sedangkan yang kedua Pol PP mengamankan arak sebanyak 20 liter milik EM. Bahkan EM sudah disidangkan dan telah dijatuhkan vonis denda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

“Mereka atau pemilih barang yang dimusnahkan ini, telah divonis hukuman denda oleh hakim. Kalau tidak bisa membayar diganti pidana. Namun mereka sudah membayar denda tersebut. Sehingga pelanggar tidak ditahan,” pungkasnya. (kin)