Kejari Ingatkan Kades Hati-hati

by -

TOBOALI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Toboali,meminta agar kepala desa (Kades) se-Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dapat mempergunakan dana desa yang dikucurkan dari APBN tahun 2015 secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk tekhnis (juknis) yang berlaku.
Demikian hal itu disampaikan Kepala KejariĀ  Pramono Mulyo dalam arahan kegiatan sosialisasi Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 di Gedung Serba Guna Junjung Besaoh, Senin (21/9) kemarin.
“Jika tidak ingin berurusan dengan hukum, kita minta seluruh kades yang mendapatkan dana sesuai amanat Undang-undang dapat berhati-hati, dan jangan menyalahgunakan anggaran untuk keperluan pribadi atau kelompok,” katanya.
Ia juga menekankan, agar penggunaan anggaran dengan menggunakan sistem tata kelola keuangan secara profesional dan proposional. Sebab penggunaan APBN sesuai amanat Undang-undang tentang desa ini sangat rawan terjadinya tindak pidana korupsi.
Disamping itu juga, Pramono mengatakan, penggunaan anggaran desa sesuai amanat Undang-undang ini dapat meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) yang melek teknologi informasi dengan sesuai potensi yang digalinya. “Amanat Undang-undang jugva menginginkan agar desa membentu BUMDES. Penggunaan dana ini harus melibatkan semua pihak, baik BPD maupun lembaga pemberdayaan masyarakat,” imbunya.(bim)