Kejari Tetapkan 2 Tersangka

by -

*Dalam Kasus Proda Lenggang, 4 Berkas Perkara Segera Dilimpahkan

MANGGAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggar, akhirnya menetapkan dua tersangka dugaan kasus pungutan liar (Pungli) sertifikat Proyek Operasi Daerah Agraria (Proda) Desa Lenggang kecamatan Gantung Belitung Timur (Beltim). Tersangka ditetapkan, setelah Kejari Manggar memiliki alat bukti yang cukup dan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dari pihak masyarakat, aparat Desa Lenggang dan saksi lainnya.
“Kita sudah tetapkan mantan Kades Lenggang FR dan mantan Plt Kades Lenggang YL sebagai tersangka,” ungkap Adhi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/4) kemarin.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Kejari belum melakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut karena yang bersangkutan selama ini masih dianggap kooperatif.
“Kedua tersangka sejauh ini belum kita periksa, namun saksi dan alat-alat bukti lainnya sudah kita lakukan pemeriksaan. Seperti dokumen dokumen sudah kita sita,” terangnya kembali.
Selain itu, Adhi mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan segera menyerahkan dan melimpahkan empat berkas kasus korupsi ke Pengadilan Tipikor Pangkalpinang. Empat kasus tipikor itu, yakni dua kasus dugaan Proda Desa Lenggang, berkas kasus dugaan korupsi Pasar Lipat Kijang Manggar, serta kasus dugaan korupsi Dermaga Pulau Ketapang.
“Dalam waktu dekat berkas tersebut akan diserahkan ke Pengadilan Tipikor Pangkalpinang dan akan segera selesai,” sebutnya.
Kejari Manggar, saat ini akan terus melakukan penyelidikan dan melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Beltim. “Itu telah menjadi komitmen kami, meskipun sempat ada oknum yang pernah datang untuk meminta dan memohon agar kasus dugaan korupsi tidak dilanjutkan,” tegas Adhi.

Adhi menambahkan, saat ini pihak Kejari Manggar juga masih melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi lahan taman Kelapa Kampit. “Kasus dugaan ini memang masih kita lakukan ke tingkat Lidik, karena aturan ini menyangkut Keppres karena itu kita butuh ahli. Karena itu kita belum bisa memberikan nama tersangka,” tandas Adhi. (feb)