Kejari Tetapkan Sejumlah Tersangka

by -4 views

//Kasus Pengadaan Komputer dan Pengadaan Laptop
//Nama-Nama Tersangka Diekpose Awal Tahun 2018

MANGGAR – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur (Beltim) telah menetapkan sejumlah tersangka kasus pengadaan komputer Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim dan pengadaan laptop Dinas Keuangan Daerah Kabupaten Beltim. Namun, untuk nama-nama tersangka kasus korupsi tersebut baru akan diekpose awal tahun 2018 mendatang.
Hal itu diungkapkan Kepala Kejari (Kajari) Beltim Widagdo SH, saat mengadakan press release usai upacara peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) Sedunia 2017, Jum’at (8/12) pekan lalu.
“Penyelidikan ada satu (kasus) yakni masalah pengadaan komputer di Dindik. Kemudian penyelidikan dari intel pengadaan laptop di DPPKAD (Bakuda, red). Semuanya kita tingkatkan menjadi dua penyidikan,” kata Widagdo.
Selain penyidikan kasus, kinerja Kejaksaan Negeri Beltim sepanjang tahun 2017 telah menyelesaikan dua kasus lainnya pada tahap penuntutan dan telah incraht. Uang negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp170 juta pada tahap penyidikan dan Rp150 juta berbentuk aset pada tahap penuntutan.
“Kejaksaan Negeri Beltim sendiri berhasil menyelamatkan uang negara pada tahap penuntutan berbentuk aset mencapai Rp150 juta. Dan Rp170 juta dalam tahap penyidikan. Jumlah itu bisa bertambah atau berkurang karena masih menunggu penghitungan oleh ahli,” beber Widagdo.
Dijelaskan Widagdo, penyelamatan uang negara sebesar Rp170 juta merupakan pengembalian pengadaan komputer dari Dinas Pendidikan. Menurutnya, kasus dugaan korupsi pengadaan komputer Dinas Pendidikan terbongkar karena perangkat yang didatangkan tidak bisa berfungsi sesuai peruntukkannya.
Akibatnya, pihak sekolah yang menerima pengadaan komputer harus menambah perangkat lain agar komputer bisa dipergunakan sesuai tujuan pengadaan.
“Sekarang uang yang ada pengembalian adanya dugaan tindak pidana korupsi di dindik dengan modus ada pengiriman server ke sekolah-sekolah namun tidak connet dengan sekolah-sekolah yang ada. Sehingga terpaksa para Kepala Sekolah tersebut membeli perangkat masing-masing agar para siswa bisa mengikuti ujian menggunakan computer tersebut,” terang Widagdo.
Kajari juga menjelaskan, proyek pengadaan komputer berasal dari dana Daba 2016. Saat itu, ujian nasional sudah mulai menggunakan komputer yang terhubung dengan server. Sehingga bagi sekolah yang belum memiliki komputer, menerima bantuan dari pengadaan tersebut.
“Dan terhadap penanganan perkara pengadaan komputer di Dindik ini, kami untuk sementara telah menetapkan lebih dari satu tersangka dan nantinya disamping menunggu hasil pendapat ahli. Segera kami limpahkan awal tahun depan, akan lebih kami detailkan lagi siapa tersangkanya,” jelas Widagdo.
Widagdo berjanji pengungkapan nama tersangka akan dilakukan setelah pendapat ahli mereka terima. Selain itu, hal ini mengacu pada prosedur standar (SOP) Kejaksaan.
“Mengingat ini SOP dalam pidato Wakil Jaksa Agung. Karena ada SOP tersendiri, kalau dilaporkan diawal sekarang kami belum menerima laporan dari ahli. Tapi sudah kami tetapkan lebih dari tersangka. Memang kalau korupsi tidak mungkin hanya satu tersangka pasti ada kerjasama atau rangkaiannya, urutannya sesuai Keppres tersebut,” kata Widagdo.
Sedangkan pada kasus pengadaan laptop, dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi menggunakan modus speck tertentu. Akibatnya, ada dugaan panitia lelang mengarahkan pemenang tender pada salah satu rekanan.
“Untuk pengadaan laptop di DPPKAD modusnya ada beberapa susunan panitia, baik mulai pengadaan, pra lelang, lelang sampai pada penerimaan barang, semuanya kan ada panitia tersendiri, sesuai Keppres. Disitu ada beberapa hal yang tidak dilalui sehingga ada beberapa laptop, begitu diterima tidak sesuai speck. Artinya memang saat dicek lagi sesuai tapi tidak ada legalitas,” ungkap Widagdo.
Akibatnya, negara diperkirakan rugi Rp300 juta dalam dugaan awal. Besaran kerugian pasti masih menunggu hasil pemeriksaan ahli dari BPKP.
“Ini juga sedang menunggu penghitungan dari ahlinya. Tapi kami sudah menghitung perkiraan kerugian. Untuk itu, kami sudah menetapkan lebih dari satu tersangka. Detailnya akan kami sampaikan setelah dilimpahkan,” ulasnya. (msi)