Kejati Periksa Anggota DPRD Bangka

by -

// Juga Periksa Bendahara DPPKAD Babel

PANGKALPINANG – Salah satu anggota DPRD Kabupaten Bangka diperiksa Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, terkait dengan pembebasan lahan yang dibangun untuk RSUP Bung Karno. Asisten Pidana Khusus Kejati Babel, Ariefsyah mengatakan, anggota dewan yang diperiksa yakni IS alias SD dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangka.
Is yang datang ke Kantor Kejati Babel dengan mengendarai mobil Nissan Terrano dengan nomor polisi BN 2463 LW warna hijau tua. Is menjalani pemeriksaan dari pagi hingga menjelang sore hari. “Memang benar adanya pemeriksaan terhadap anggota DPRD Kabupaten Bangka, terkait pembebasan lahan yang digunakan untuk pembangunan RSUP Bung Karno yang terletak di Desa Air Anyir. Namun ini masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap Arief, Selasa (24/2).
Menurut Arief, sebagian pembebasan lahan RSUP milik Pemprov Babel itu, diduga terdapat lahan hutan lindung. “Sementara Is sendiri diduga sebagai pemilik lahan yang terkena pembebasan tersebut,” tukasnya. Selain memeriksa IS, Areif mengatakan, Kejati juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi kasus dugaan korupsi dana hibah yang diterima Yayasan El John senilai Rp 1 miliar, dengan tersangka Mantan Sekretaris Daerah Babel, Imam Mardhi.
Dia mengatakan, saksi yang diperiksa yakni FF, yang menjabat sebagai bendahara di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemprov Babel. “FF diperiksa sebagai saksi salah satu tersangka IM, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemprov Babel,” ujar Arief.
Arief mengatakan, FF diperiksa sejak pagi hingga siang hari. Namun dia belum bersedia memberikan keterangan pers terkait persoalan tersebut. Ia menambahkan, sudah ada tiga tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dana hibah Yayasan El John.
“Dua diantaranya merupakan Pegawai Negeri Sipil berinisial SY dan IM yang menjabat sebagai Sekda Babel saat itu, sedangkan satu tersangka lagi dari pihak swasta berinisial SP,” ungkapnya. Selain FF Kejati Babel juga memeriksa KA yang menjabat Kepala Kesbangpol Kabupaten Bangka yang diduga sebagai tersangka baru dalam kasus ini.(cr62)