Kejati Periksa Bupati Bangka

by -

PENYELIDIKAN dugaan telah terjadi kerugian negara dalam proyek pengerukan pelabuhan Jelitik dan Air Kantung Sungailiat, Bangka, kian dalam. Setelah minggu lalu Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka, Fery Insani, diperiksa tim penyidik Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Aspidsus Kejati Babel), Hari Kamis giliran Bupati Bangka, Tarmizi Saat menjalani hal serupa?

Tarmizi di Kejati sekitar 4 jam, yakni sejak pukul 11.00 WIB hingga  15.00 WIB. Pemeriksaan Tarmizi sendiri berlangsung di ruangan Aspidsus yang dilakukan langsung oleh Patris Yusrian Jaya (Aspidsus) dan Kasi Penyidikan, Wilman Ernaldy.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Babel, Roy Arland,  penyidik sedang mendalami dugaan kuat adanya kerugian negara mencapai puluhan milyar dalam proyek pengerukan oleh PT Pulomas Sentosa di dermaga tersebut. Dugaan kuat pengerukan itu sendiri hanya kedok saja. Tetapi faktanya adalah penambangan yang dilakukan pihak PT Pulomas Sentosa sejak 2011 hingga saat ini.

“Dugaan sementara itu terkait penambangan dan bukanya pengerukan. Ini semua yang kita tanyakan kepada Bupati selaku Kepala Daerah yang juga mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka,” kata Roy.

Kalaupun kontrak yang disandang PT Pulomas Sentosa sendiri adalah pengerukan, tetapi faktanya  kata Roy kondisi pelabuhan sendiri terjadi pendangkalan. ”Pun bilamana memang betul penambangan kita juga telusuri terkait izin serta bagaimana kontribusi pada kas daerah. Semua data detilnya ada di penyidik, namun intinya dipertanyakan soal pengerukan ataupun penambangan itu. Penyidik sangat membutuhkan kejelasan itu semua langsung dari Bupati yang juga pernah menjabat sebagai Sekda,” ungkapnya.

Roy sendiri mengaku tidak bisa membeberkan apa hasil pemeriksaan. Menurutnya masih di penyidik, dan sedang dalam pendalaman. “Saya bukan penyidiknya, dan itu semua ada di penyidik,” elaknya.

Sementara itu Bupati Bangka yang dikenal ramah dan humoris ni, hari kamis agaknya sengaja irit bicara terkait pemeriksaan 4 jam pada dirinya itu. Melalui pesan singkat, dia membenarkan atas pemeriksaan tersebut. Akunya hanya dimintai keterangan biasa.  “Ya diminta keterangan sebagai Sekda tahun 2011 dan 2012 juga sebagai Bupati tahun 2015 dan 2016. Sekitar 3,5 jam sekalian silaturahim… he he,” ucap orang nomor 1 di Kabupaten Bangka.

Disinggung terkait kepentingan apa PT Pulomas Sentosa beraktivitas di Pelabuhan Jelitik tersebut. Namun Tarmizi mengelak untuk membeberkanya. Dia hanya mengatakan untuk kepentingan nelayan semata. “Nelayan tidak resah dan tidak demo lagi, ekonomi mereka tertolong. Itu niat kita,” elaknya.

Dicecar apa maksud “tertolong” tersebut mantan Sekda Bangka ini langsung mengelak. “Wah kalau itu saya tidak tahu persis karena yang penting aktivitas nelayan lancar dibanding belum dikeruk alurnya. Kalo memang begitu kenyataanya (masih dangkal.red) tentu Pemprov sesuai UU 23 tahun 2014 dipersilahkan tindaklanjuti karena sudah kewenangan propinsi.  Saran saya silahkan konfirmasi ke PT Pulomas dan Pemprov karena untuk teknis mohon maaf saya tidak tahu persis. Itu yang saya tahu sedikit dari banyak hal mungkin. Pemkab waktu itu hanya ingin nelayan lancar keluar masuk pelabuhan,” ucapnya.

Disinggung soal kontribusi kepada daerah?
“Itu tanya ke DPPKAD saya tidak tahu persis mohon maaf. Mungkin dalam bentuk retribusi atau pajak daerah, tapi bagusnya tanya kepada yang ngurus pajak dan retribusi lebih valid dan jelas,” tutupnya.(eza)