KEK Pariwisata Munculkan Multiplayer Efek Pembangunan

by -

//KEK Pariwisata adalah Mukjizat

SIJUK-Bupati Belitung Sahani Saleh menegaskan, disetujuinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang adalah sebuah mukjizat. Dan, KEK Pariwisata Belitung ini bukan sesuatu yang tiba-tiba, tapi melalui proses yang panjang.“KEK Pariwisata Belitung jadi momentum kita masyarakat Belitung untuk meletakan dasar pengembangan pariwisata Belitung. Semoga Presiden hadir di Belitung dan saya ajak semua pihak bersama-sama mengembangkan pariwisata,’’ ujar Bupati dalam membuka acara UKM Expo GMT di Pendopo Tanjung Kelayang, Sijuk, (6/3), kemarin.Menurut Bupati, masyarakat Belitung pantas bersyukur karena di seluruh Indonesia ada 500 lebih daerah yang mengajukan KEK pariwisata maupun industri. Dari jumlah itu disaring lagi menjadi 270 dan seterusnya tinggal 70 daerah. “Dari 70 difilter lagi menjadi 10 daerah dan akhirnya yang pertama disetujui KEK adalah Belitung,’’ papar Bupati yang akrab disapa Sanem ini.Dipaparkan, nantinya setelah KEK didapatkan, ada anggaran dari Pemerintah Pusat yang angkanya tak sedikit, mencapai Rp 18 trilin dikucurkan untuk Belitung. Anggaran ini untuk pembangunan sarana prasarana (infrastruktur) guna menjunang pembangunan sektor pariwisata.“Dana itu bukan terus dibagi satu per satu untuk investor maupun orang per orang warga. Tapi, dana ini untuk membangun infrastruktur. Mulai dari jalan, bandara, listrik hingga penyediaan air bersih. Dan yang jelas semua kebagian dalam arti mendapat penghasilan dan perbaikan ekonomi dari pengembangan KEK Pariwisata ini,’’ ungkap Sanem.Menyinggung soal Amdal KEK Tanjung Kelayang, kata Bupati, amdal sudah dikaji bersama-sama oleh sembilan menteri dan pakar-pakar lingkungan dari perguruan tinggi. “Amdal KEK Tanjung Kelayang sudah dikaji secara ilmiah oleh akademisi, dari mulai limbah, sampah, hingga kajian soal dampak sosial ekonomi masyarakat. Dan yang pasti, dampak multiflier efek yang bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.“Sekali lagi, nanti ada juga dana Rp 2,5 triliun. Tapi, kembali lagi masalah ini bukan dana yang dibagi-bagi kepada warga masyarakat maupun pihak-pihak tertentu seperti investor. Dana itu untuk membangun bandara, sumber air bersih, jalan dan sarana yang bisa mengangkat perkembangan sektor Pariwisata.Ke depan, jika kawasan ini sudah maju, pemerintah pusat tetap akan mendorong. “Nanti misal warga akan membuat homestay, bisa juga dibantu oleh pemerintah. “Bicara pembangunan pariwisata, banyak pihak yang akan menikmati majunya sektor unggulan bagi Belitung ini. Tak ada cerita pemerintah ingin sengsarakan rakyatnya,’’ terang Bupati.(mg1/agu).