Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram, DPRD Beltim Kunjungi KSOP Pangkal Balam

by -
Kelangkaan LPG 3 Kilogram, DPRD Beltim Kunjungi KSOP Pangkal Balam
Kunjungan DPRD Beltim ke kantor KSOP Pangkal Balam guna membahas kelangkaan LPG Tabung 3 Kilogram. (Istimewa)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – DPRD Kabupaten Belitung Timur kunjungi Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkal Balam untuk koordinasi berkenaan dengan kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Belitung Timur, Kamis (12/12) pekan lalu.

Bertempat di kantor KSOP Pangkal Balam, DPRD Beltim yang terdiri dari Ketua DPRD Fezzi Uktolseja, Wakil Ketua DPRD Rohalba, Anggota DPRD Suhartini berdiskusi dengan Kepala Kantor KSOP Pangkal Balam, Izhar.

Langkah koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar DPRD pada Selasa siang (10/12), mengundang Bagian Ekonomi Pembangunan Setda Kab. Beltim, perusahaan penyalur elpiji, dan pimpinan pangkalan elpiji 3 kg di Kabupaten Belitung Timur membahas penyebab kelangkaan elpiji di Belitung Timur.

Dalam RDPU tersebut dianulir bahwa penyebab kelangkaan elpiji 3 kilogram, ada pada distribusi yang mengalami kendala yaitu pada pengiriman tabung elpiji 3 kilogram dari Pangkal Balam dengan menggunakan kapal ke Belitung Timur tidak diberikan izin berangkat oleh pihak KSOP Pangkal Balam dikarenakan Armada pengangkut tidak memenuhi syarat sesuai peraturan yang berlaku.

Saat koordinasi berlangsung, Kepala Kantor KSOP Pangkal Balam Izhar, membenarkan, bahwa pihak KSOP tidak memberikan izin kepada pihak perusahaan untuk melakukan pengangkutan. Salah satunya unsur keselamatan membawa barang berbahaya karena armada pengangkut adalah kapal kayu sedangkan semestinya kapal besi.

Menanggapi hal tersebut, Fezzi mengungkapkan bahwa saat ini banyak sekali DPRD mendapat keluhan masyarakat berkenaan dengan susahnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di Belitung Timur.

“Kami mengambil langkah untuk datang ke KSOP Pangkal Balam untuk mendapatkan saran dan masukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” ujar Fezzi.

Pihak KSOP Pangkal Balam menyatakan, untuk menyikapi kondisi saat ini, solusi jangka pendek adalah pihak perusahaan atau transportir agar dapat bersurat kepada Kementerian Perhubungan berkenaan dengan keterbatasan dan kendala yang menyebabkan kelangkaan tersebut. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Beltim juga harus mendukung sehingga pihak pusat dapat dapat mempertimbangkan untuk memberikan persetujuan pengangkutan elpiji ke Pulau Terpencil.

Turut hadir saat rapat koordinasi tersebut diantaranya pejabat di lingkungan Kantor KSOP Pangkal Balam, Kabag Ekonomi dan Pembangunan Setda Beltim Hendriyani dan perwakilan perusahaan penyalur elpiji di Beltim.

 

Editor: Subrata
Reporter: Muchlis Ilham