Keluarga Alm. Suharli Kecewa Kasus 4 Oknum Polisi Dilapor ke Mabes Polri

by -
Proses persidangan kasus 4 oknum Polisi. foto: dok/ Babelpos
Proses persidangan kasus 4 oknum Polisi. foto: dok/ Babelpos

SUNGAILIAT – Keluarga korban tersangka almarhum Suharli alias Tembuk yang meninggal setelah ditangkap atas kasus narkoba kecewa. Kekecewaan terkait belum rendahnya putusan yang hanya 1 tahun 6 bulan dan tidak ada upaya kasasi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas perkara itu.
Hasri salah satu anggota keluarga almarhum Suharli mempertanyakan kinerja kejaksaan yang belum melakukan kasasi terhadap keempat anggota Satnarkoba yang saat ini masih berada di Sel Tahanan Mapolda Babel.  Selain itu, Hasri juga mempertanyakan pengajuan pemindahan rumah tahanan bagi keempat terdakwa dari Lapas Bukit Semut ke Rutan Muntok-Bangka Barat.
“Kecewa pasti. Putusan itu semuanya sama dengan putusan PN Sungailiat cuma yang menjadi dasar pertimbangan hakim PT Babel. Vonis hukuman turun menjadi 1 tahun 6 bulan. Apa ada intervensi dari pihak kepolisian. Mengenai eksekusi dari berita luar yang kami dapat bahwa 4 terdakwa belum dieksekusi dan masih di Mapolda Babel. Kemarin waktu ke Bukit Semut hanya minta surat pemindahan ke Lapas Muntok,” sebut Hasri kepada wartawan via ponselnya.
Menurutnya, pihak keluarga juga mempertanyakan alasan JPU yang tidak melakukan Kasasi atas putusan PT Babel karena alasan pihak JPU tidak mempunyai alasan melakukan kasasi. “Kami tanya ke Kejati, kata Pak Yudi (JPU) untuk kasasi apabila putusan ada yang berubah. Untuk putusan yang sekarang tidak ada alasan untuk bisa melakukan kasasi, itu kata Pak Yudi di Kejati saat kami tanyakan,” sebut Hasri.
Atas sikap dan menilai putusan yang terkesan tidak adil, pihak keluarga korban didampingi LSM KontraS melaporkan kasus tersebut ke Propam Mabes Polri dengan surat penerimaan pengaduan propram Nomor : SPSP2/1070/IV/2016/BAGYANDUAN, tertanggal 13 April 2016 perihal: dugaan pelanggaran kode etik dan profesi terhadap proses penyidikan kasus kematian alm. Suharli oleh anggota Penyidik Polda Kepulauan Babel.  “Pada tanggal 13 April 2016 saya bersama KontraS melapor ke Propam
Mabes Polri. Putusan Inkrah sudah kami dapat Kamis kemarin dari PN Sungailiat. Kami melaporkan ke Propam untuk penyidik Polda kenapa dalam proses penyidikan dulu tidak dilakukan otopsi. Ke Propam
dilaporkan tanggal 13 April kemarin. Ke Ombusman Jakarta kami lapor tanggal 8 April 2016 kemarin. Saat ini kami masih menunggu tindaklanjut dari Propam Mabes Polri dan Ombusman,” terang Hasri.
Sebelumnya untuk keempat terdakwa kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian atas korban Suharli alias Tembuk divonis majelis hakim PN Sungailiat selama 3 tahun penjara lantaran melanggar pasal 351 ayat 3 junto pasal 55 ayat 1 ke 1. Ketika diajukan banding pada putusan banding Pengadilan Tinggi Babel vonis hukuman ditetapkan 1 tahun 6 bulan penjara.
Putusan Keempat terdakwa yang terdiri dari anggota Satnarkoba Polres Bangka Brigadir M Juhdi, Brigadir Burhan Prasetyo, Briptu Fatuh Aprian dan Bripda Istari Shola ini dinyatakan Humas Pengadilan Negeri Sungailiat, Jhonson Parancis, SH, MH sudah inkrah lantaran tidak ada pengajuan kasasi yang dilakukan pihak Penuntut Umum dari Kejati Babel, Yudi Istono, SH, MH.
“Setelah kita mendapat pemberitahuannya dari PT Babel tidak ada pengajuan kasasi yang dilakukan pihak kejaksaan jadi putusannya sudah inkrah,” ujar Jhonson.(trh)