Keluarga Ikhlaskan Kepergian Hendy

by -

* Tolak Jenazah Almarhum Diotopsi

PANGKALPINANG – Keluarga Hendy (25), korban dugaan pembunuhan yang jasadnya ditemukan di hutan tidak jauh dari Stadion Depati Amir, sepakat agar jenazah honorer Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pangkalpinang itu tidak dibongkar demi kepentingan otopsi.
Penolakan itu dilontarkan langsung oleh paman kandung korban yakni Herman (35) saat ditemui Radar Bangka, (27/4) pukul 15.00 WIB. Menurut Herman, penolakan itu hasil kesepakatan keluarga besar setelah dilakukan musyawarah. “Jadi kami sudah melakukan musyawarah antara keluarga besar saat tahalil dan baca yasin kemarin, hasilnya kami menolak korban untuk diotopsi,” kata Herman.
Herman menambahkan, keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Terkait pengembangan kasus, ia mengaku sebelumnya pihak kepolisian sudah meminta izin terlebih dulu kepada keluarga untuk melakukan otopsi. “Kita sudah mengikhlaskan kepergian almahrum. Memang pihak kepolisian ada mendatangi keluarga besar kita, untuk meminta izin melakukan otopsi,” jelasnya.
Untuk kasus itu, ia menegaskan pihak kepolisian bisa melakukan penyelidikan sendiri dengan hasil visum awal. Sebagaimana diketahui, rencananya kepolisian ingin melakukan otopsi. Bahkan Tim forensik dari Polda Sumsel, Polres Pangkalpinang, Polsek Taman Sari dan RSUP Doktrer M Hoisin Palembang, telah didatangkan, Rabu (27/4) kemarin.
Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Teguh Setiawan, S.Ik mengatakan bahwa otopsi sangat diperlukan pihaknya untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban guna membantu proses penyelidikan.
Selain itu, pihaknya juga telah menghadirkan Pusat Laboratorium Forensik Polri (Puslabfor), cabang Palembang untuk menanganinya. “Dalam penyelidikan itu pihak kepolisian harus memperoleh hasil otopsi untuk membantu proses penyelidikan,” tandasnya. (Ode)