Kemampuan Keuangan Daerah Beltim Turun Cepat Tahun 2020

by -
Burhanudin Memastikan Maju Pilkada Beltim 2020
Wakil Bupati Beltim Burhanudin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kemampuan keuangan daerah Kabupaten Beltim mengalami penurunan secara cepat di tahun 2020 yang merupakan salah satu dampak dari perubahan regulasi dari Pemerintah pusat.

Regulasi tersebut menjadi indikator secara menyeluruh atas kemampuan keuangan Pemda Beltim yang disebabkan alokasi anggaran untuk kegiatan refocusing dengan penyesuaian alokasi transfer ke daerah.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Beltim, Burhanudin saat menyampaikan rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020, Kamis (9/17) di DPRD Beltim.

Disampaikan Burhanudin, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Beltim pada tahun 2020 dibayangi resiko perlambatan akibat penyebaran Covid-19. Hal ini menyebabkan terganggunya kinerja beberapa sektor seperti industri pengolahan logam timah, CPO, perikanan tangkap serta pariwisata.

“Pemerintah daerah telah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 dan diperkirakan akan efektif tersalurkan pada semester II tahun 2020 sehingga diperkirakan belanja pemerintah akan meningkat,” sebut Burhanudin.

Burhanudin menambahkan, pendapatan pemerintah daerah diperkirakan menurun terutama dari PAD sehingga akan menahan laju pertumbuhan belanja pemerintah daerah lebih lanjut.

Sementara itu, pendapatan daerah Kabupaten Beltim pada perubahan APBD tahun anggaran 2020 dianggarkan sebesar Rp.792.814.534.724,47. Mengalami penurunan 10,71 persen atau sebesar Rp95.078.465.134,63 dibandingkan pada APBD induk sebesar Rp887.892.999.859,10.

“Masing-masing (pendapatan) bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah,” ujar Burhanudin.

Secara umum, PAD pada Rancangan Perubahan APBD tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp88.507.836.791,22 atau mengalami penurunan 27,46 persen yakni sebesar Rp33.502.985.168,45 dibandingkan target pada APBD induk tahun 2020 sebesar Rp122.010.821.959,67.

Dana perimbangan pada rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp595.447.431.160,00 yang turun sebesar Rp62.937.211.840,00 atau 9,56 persen yakni Rp658.384.643.000,00 dari APBD induk tahun anggaran 2020. Lain-Lain Pendapatan daerah yang sah pada rancangan perubahan APBD tahun 2020 direncanakan sebesar Rp108.859.266.773,25 mengalami peningkatan sebesar Rp1.361.731.873,82 atau meningkat 1,27 persen.

“Pemerintah Kabupaten Beltim akan terus berupaya mengintensifkan sumber-sumber pendapatan yang ada dan terus menerapkan bentuk keadilan dalam kebijakan perpajakan dan keadilan yang disertai tanggungjawab,” sebut Burhanudin.

Disebutkan pula, rancangan perubahan APBD tahun 2020 menambahkan penerimaan pembiayaan daerah yang direncanakan berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun sebelumnya (Silpa) sebesar Rp100.877.530.548,43.

Besaran ini mengalami peningkatan sekitar 34,55 persen atau sebesar Rp25.905.014.912,33 dibandingkan dengan target pada APBD induk tahun anggaran 2020 yang dialokasikan sebesar Rp74.972.515.636,10.

“Rancangan peraturan daerah ini merupakan program kerja Pemerintah Kabupaten Beltim yang selanjutnya akan dibahas bersama oleh pihak eksekutif dan Badan Anggaran DPRD Beltim atas dasar pertimbangan dan kemampuan keuangan daerah yang diperkirakan dapat diterima sampai dengan berakhirnya tahun anggaran 2020,” harapnya.

Ia menambahkan, kompleksnya kegiatan dan program pembangunan yang akan dihadapi dan dilaksanakan maka dituntut lebih kerja keras guna mencapai sasaran kegiatan pembangunan tanpa mengurangi sikap kehati-hatian dalam menjalankan program kegiatan yang telah direncanakan. (msi)