Kemarau 2019 Lebih Panjang, Waspadai Kebakaran Hutan di Belitung

by -
Kepala BMKG Kelas III HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan Carles Siregar.
Carles Siregar

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas III HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan memprediksikan, musim kurang hujan (kemarau) tahun ini lebih panjang dari tahun lalu.

“Diperkirakan musim kemarau tahun ini lebih panjang dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Dari informasi yang sudah kita sampaikan, harapannya masyarakat bisa menyesuaikan,” kata Kepala BMKG Kelas III HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan Carles Siregar, kepada Belitong Ekspres, Kamis (8/8) kemarin.

Terutama untuk masyarakat petani kata Carles, bagaimana mereka menyiasati musim kemarau yang diprakirakan cukup panjang ini. Umumnya jika sudah masuk bulan Juli hingga Agustus, memang curah hujannya relatif kurang. Namun, secara klimatologi, curah hujan pada tahun ini agak lebih sedikit ketimbang tahun lalu.

Menurutnya, musim hujan diperkirakan akan masuk sekitar akhir September mendatang. Oleh sebab itu, suhu yang begitu panas di musim kemarau ini sangat rentan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Ia pun menghimbau agar masyarakat lebih waspada.

“Kita tentu berharap jangan sampai ada kebakaran di bulan kemarau ini, tapi memang efek dari musim kemarau ini ya kebakaran, sebisanya kita waspadai,” pesannya.

Bukan tanpa alasan, imbuhnya, karena di sisi lain, adanya kebakaran apalagi berskala besar akan menyebabkan permasalahan dengan penerbangan. “Pengaruhnya itu tadi, dengan penerbangan. Pengaruh asap ini akan mengurangi jarak pandang. Kita berharap jangan seperti itulah, dan untuk penerbangan sekarang sih masih aman,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kemungkinan-kemungkinan lain dari dampak cuaca, seperti halnya di laut. Untuk keadaan di laut sudah memasuki angin barat dengan tinggi gelombang sudah cukup tinggi. “Perkiraan gelombang itu paling tinggi 1,5 meter, itu kan signifikan ya, rata-ratanya dan maksimum bisa mencapai 2 meter,” pungkasnya. (dod)