Kematian Desti Masih Misteri, Keluarga Duga Korban Diperkosa dan Dibunuh?

by -
Kematian Desti Masih Misteri, Keluarga Duga Korban Diperkosa dan Dibunuh?
Polisi saat mengevakuasi mayat korban ke RSUD dr. H. Marsidi Judono,

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kematian Desti (24) warga Pak Tahau, Air Saga, masih menjadi misteri. Setelah 4 hari raib, kemarin (18/8), ditemukan sudah menjadi mayat dan mengambang di Sungai Pilang, yang berada di kuburan Tionghoa Tanjungpandan.

Mayat gadis malang ini pertama kali ditemukan penambang timah yang ada di lokasi itu. Saat itu, mereka melihat adanya sesosok mayat yang mengapung. Mengetahui hal tersebut, para penambang langsung memanggil rekan-rekannya lalu mengevakuasi korban ke darat.

Usai mengangkat jenazah ini, masyarakat yang mengetahui hai tersebut langsung melaporkan ke Satreskrim Polres Belitung. Hingga akhirnya jenazah dibawa ke RSUD dr. H. Marsidi Judono untuk dilakukan visum.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan, dia masih belum bisa berkomentar banyak mengenai penemuan ini. Sebab, pihaknya dan dokter RSUD dr. H. Marsidi Judono masih melakukan visum. “Saat ini kami juga masih memeriksa keterangan saksi-saksi,” kata AKP Chandra kepada Belitong Ekspres.

Sementara itu, ibu korban, Jumi (57) memastikan mayat yang mengambang di lokasi merupakan Desti anak kandungnya. Sebab, sebelum meninggalkan rumah, korban menggunakan pakaian biru yang dipakai pada saat ditemukan.

Wanita paruh baya ini menjelaskan, korban tidak pulang ke rumah pada hari Sabtu ((15/8), akhir pekan lalu. Saat itu sang ayah menyuruhnya untuk menambal ban motor yang bocor. Sebab, kendaraan tersebut akan dipakai ke Membalong.

“Kami suruh tambal ban di Jalan Baru, tepatnya di samping pom bensin. Setelah kita tunggu sampai malam, namun dia tidak pulang. Akhirnya kita lakukan pencarian. Bahkan kita juga informasikan melalui media sosial,” katanya.

Setelah tiga hari menghilang, akhirnya pihak keluarga menemukan motor metik yang digunakan korban di kawasan Pilang. Dan, keesokkan harinya (kemarin.red) korban ditemukan di tempat tak jauh dari motornya.

”Kami curiga, padahal saya menyuruh dia tambal ban di Jalan Baru, Air Saga, tapi kenapa motor itu ditemukan di daerah Pilang. Kami menduga ini kasus pembunuhan,” kata wanita yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kerupuk itu.

Kecurigaan Jumi semakin nyata, ketika korban ditemukan dalam kondisi tak menggunakan celana. Dan baju yang digunakan Desti, kancingnya terlepas. Dia menduga korban sempat diperkosa sebelum dibunuh.

“Setelah meninggalkan rumah, Desti memakai baju biru dan celana. Saya juga bisa pastikan dia memakai celana dalam dan bra. Tapi kenapa, jenazah korban saat ditemukan tidak menggunakan celana,” tanya Jumi penuh selidik.

“Selama hidupnya, korban punya penyakit epilepsi (ayan). Kami berharap, polisi secepatnya mengungkap kasus ini,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr. H Marsidi Judono dokter Gunawan Nata Kurrohman mengatakan, dia tidak bisa memastikan apakah Desti merupakan korban pembunuhan atau tidak.

Sebab, untuk mengetahui lebih dalam harus dilakukan otopsi. Bahkan dalam hal ini, dr. Gunawan juga tidak bisa memastikan korban meninggal dunia sudah berapa hari. “Korban meninggal dunia di air. Di dalam air, pembusukan sangat cepat. Namun saat ditemukan tewas, kondisi korban sudah membusuk. Bahkan wajahnya pun tidak dapat dikenali,” katanya. (kin)