Kemdikbud Sorot Kualitas IT Pangkalpinang

by -

//Achmad Jazidie: Guru Harus Punya Peta

    PANGKALPINANG – Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikmen Kemendikbud) Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, beserta rombongan menyambangi Kota Pangkalpinang. Kedatangan rombongan, dalam rangka kunjungan kerja sekaligus melakukan pemantauan langsung kondisi pendidikan di Ibukota Provinsi Babel ini.
    Achmad Jazidie, dalam paparannya mengatakan, para tenaga didik alias guru harus mempunyai peta jalan dalam mendidik anak didik, dengan begitu kata dia, program wajib belajar 12 tahun bisa berjalan dengan baik. “Untuk di Pangkalpinang saya lihat program 12 tahun ini tidak masalah. APK di Kota Pangkalpinang sudah mencapai 113 persen lebih, sedangkan APK kita untuk nasional 93 persen,” kata, Achmad Jazidie Rabu (17/6) kemarin.
    Lanjutnya lagi, Kota Pangkalpinang dalam hal perkembangkan pendidikannya sudah cukup berkembang pesat. Namun dia berharap agar hal tersebut bisa terus ditingkatkan dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. “Saya melihat apa yang dicanangkan oleh Pemkot Pangkalpinang sudah menekankan pada kualitas IT, dengan begitu para siswa sudah bisa mengakses sumber ilmu pengetahuan dari mana saja, tinggal bagimana peran sang guru, supaya anak didiknya rajin membaca dan menulis,” jelasnya.
    Dia pun berpesan, seorang guru harusnya bisa memberikan ruang gerak kepada para muridnya, namun tetap dalam pengawasan. “Para guru tidak boleh merasa paling benar, harus bisa menempatkan diri sebagai seorang fasilitator memberikan kesampatan yang seluas-luasanya kepada siswa untuk mengexplor dirinya, memberikan dialog dan memberikan tugas sebelum pelajaran dimulai,” tegasnya.
    Usai melakukan pertemuan dengan Pemkot, Selanjutnya, rombongan langsung menyambangi SMKN2 Pangkalpinang. Di sekolah tersebut didampingi, Wakil Walikota Pangkalpinang Muhammad Sopian, Kadis Pendidikan Babel, M Soleh, Kadis Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher, dan beberapa pejabat eselon II lainnya.
    Wakil Walikota Pagkalpinang, M Sopian, mengatakan, pihaknya menggunakan kunker tersebut, untuk menyampaikan apa yang bisa dianggarkan di Kota Pangkalpinang, untuk disampaikan di pusat. “Itu kunker dalam kita memanfatakan kunker mereka itu menyampaikan kekurangan kita, agar dia bisa menyampaikannya ke pusat dan diharapkan kita medapat bantuan dari pusat,” tukasnya. (tya)