Kemenhub Akan Kucurkan Rp 10 Miliar Untuk Land Clearing Pelabuhan Dendang

by -
Kemenhub Akan Kucurkan Rp 10 Miliar Untuk Land Clearing Pelabuhan Dendang
Pelabuhan Dendang, Kabupaten Beltim.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perhubungan Darat dikabarkan akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk land clearing pelabuhan pengumpan di Kecamatan Dendang, Kabupaten Beltim.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Beltim Adlan Taufik, realisasi kegiatan tersebut diharapkan terlaksana tahun 2021.

“Informasi terakhir ada progres yang disampaikan Kemenhub Direktorat Perhubungan Darat, mudah-mudahan tahun 2021 ada anggaran yang bisa dipakai untuk Kabupaten Beltim sekitar Rp 10 miliar untuk land clearing pelabuhan pengumpan regional di Dendang,” ujar Adlan, Kamis (9/17).

Sejauh ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Beltim telah mempersiapkan dokumen teknis dan penyerahan lahan melalui Pemerintah Provinsi Bangka Belitung. Hanya satu syarat yang masih dalam proses yakni perizinan lokasi yang diperkirakan segera diselesaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Tapi satu syarat yang menjadi ganjalan adalah izin lokasi yang sekarang memang dalam proses pengurusan di dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim. Karena RZ kita baru ditetapkan bulan Februari-Maret 2020. Mudah-mudahan berproses dan selesai di 2021,” harap Adlan.

Selain pelabuhan, Dinas Perhubungan Kabupaten Beltim memastikan pengerukan alur sungai Gantung dan Manggar segera dilaksanakan pihak ketiga. Sejauh ini, pengerukan alur sungai Gantung dianggap bakal terealisasi karena hampir siap dikerjakan.

“Kami sudah menindaklanjuti hasil kunjungan dari Gubernur dan pejabat terkait tentang alur sungai Manggar dan Gantung. Kalau di sungai Gantung dalam proses dan mudah-mudahan tidak lama lagi pengerukan akan dilakukan pihak ketiga atau swasta,” sebut Adlan.

“Sekarang yang ditanyakan masyarakat adalah bagaimana progres pengerukan alur sungai Manggar. Yang dulu pernah kita lakukan, proses itu di tahun 2017 dengan APBN tetapi terkendala syarat-syarat administrasi lainnya,” imbuhnya.

Ditambahkan Adlan, rencana pengerukan alur sungai Manggar sudah dimulai sejak awal tahun 2020. Sejauh ini, kesepakatan sudah mendekati final dan kemungkinan terealisasi hampir bersamaan dengan pengerukan alur sungai Gantung.

“Mudah-mudahan tidak terlalu lama di 2021 pengerukan akan dilakukan pihak ketiga dengan konsep yang saling menguntungkan bagi Pemda dan swasta. Harapannya adalah Beltim dengan akses dua pelabuhan terbuka perekonomian bisa terbagi, tidak hanya di Kabupatrn Belitung tapi juga bisa masuk di Kabupaten Beltim,” harapnya.

Disinggung soal pentingnya pembangunan pelabuhan di Kabupaten Beltim, Adlan menegaskan letak strategis Kabupaten Beltim yang masuk ALKI dan jarak tempuh menuju pelabuhan Tanjung Priok adalah alasannya.

“Beltim menjadi daerah menarik, ada yang bilang Beltim harus jadi mall bagi Kabupaten/Kota di Bangka Belitung. Karena akses terdekat untuk menuju Tanjung Priok atau penyeberangan lainnya, yaitu Beltim untuk pelabuhan pengumpan di Dendang,” ujar Adlan.

Oleh sebab itu, Adlan berharap rencana pembangunan pelabuhan di Beltim menjadi perhatian dan konsen bersama. Termasuk dukungan kepala daerah yang nantinya terpilih dalam perhelatan Pilkada 2020. Dinas Perhubungan juga akan kembali menghidupkan angkutan penyeberangan Manggar – Ketapang. Saat ini, Manggar maupun Ketapang sedang dibenahi agar jalur penyeberangan kembali terbuka.

“Kami dapat informasi di Kabupaten Ketapang, menunjukkan progres yang sama seperti Kabupaten Beltim karena penyeberangan kapal Manggar-Ketapang selama ini sudah dilakukan tetapi memang di pelabuhan di Manggar dalam proses relokasi di Desa Baru,” jelas Adlan.

“Mudah-mudahan bisa jadi konsen Pemda dan Kemenhub bahwa jalur sabuk tengah yang selama ini terbangun antara Manggar dan Ketapang tidak bisa dihentikan karena kebutuhan Beltim dengan Kalimantan bisa terjalin kalau ada pelabuhan,” ulasnya. (msi)