Kemenparekraf Tingkatkan Kualitas Fotografer Belitong dengan Program Capture

by -
Kemenparekraf Tingkatkan Kualitas Fotografer Belitong dengan Program Capture
Program Capture Kemenparekraf yang berlangsung di Swiss- Belresort Belitung.

belitongekspres.co.id, SIJUK – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan program Course of Professional Talents and Incubation Program for Photographer (Capture) bertempat di Swiss- Belresort Belitung. Kegiatan tersebut berlangsung selama beberapa hari dari tanggal 3 hingga 6 Maret 2021.

“Dengan foto yang diambil oleh fotografer profesional, maka akan semakin banyak orang tahu bahwa Belitung itu indah,” kata Direktur Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Syaifullah.

Menurut Syaifullah, dipilihnya Belitung menjadi lokasi pertama pelaksanaan kegiatan “Capture”, tidak terlepas dari keindahan alam Negeri Laskar Pelangi. “Misalnya di Belitung banyak batu-batu gede, kemudian saya baru lihat tadi ada Pulau Seliu. Sehingga ini bisa menjadi destinasi agar orang banyak datang ke Belitung,” sebutnya.

Dia mengatakan, program “Capture” ini merupakan inkubasi bagi para fotografer untuk mendorong agar para fotografer masuk dalam industri foto. “Melalui “capture” kami tidak hanya memberikan teknik fotografi saja, tetapi bagaimana memasukkan “entrepreneurship” kepada industri foto,” terangnya.

Syaifullah menilai, peran industri fotografi dan televisi dalam membantu pemerintah daerah untuk mempromosikan pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM cukup strategis. Pasalnya, sektor fotografi dan televisi memiliki kemampuan untuk menampilkan suatu keindahan seperti budaya, kuliner dan lain sebagainya.

“Peran industri fotografi ini tentunya bisa mengangkat potensi daerah ke kancah yang lebih tinggi. Tujuannya, agar semakin banyak orang datang berwisata ke Belitung untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan, melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas para fotografer dalam mengeksplorasi potensi keindahan alam Belitung. “Tindak lanjut selepas pelatihan ini nantinya ada sertifikasi jadi para peserta yang 25 orang tadi dari lokal Belitung ini menjadi aset dan diharapkan nanti ada wadah atau pelibatan komunitas fotografi Belitung,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Belitung Jasagung Hariyadi mengatakan Belitung sedang mentransformasi pariwisata sejak tahun 2020. Awalnya Belitung berbasis marine tourism, menjadi sustainable tourism. Basisnya adalah geopark.  “Alhamdulillah Pada 8 Desember 2020 geopark Belitung diterima Unesco sebagai Unesco Global Geopark,” katanya.

Menurut dia, kegiatan Capture ini yang sesuai dan memang ditunggu-tunggu karena Belitung perlu Photographer, apalagi di Belitung belum terlalu banyak. “Kita juga ada even Belitung creative week, salah satunya yang dihimpun hasil karya fotografer. Nah salah satu tujuannya mereka diharapkan “entrepreneurship” di bidang fotografi,” katanya.

Jasagung berharap mereka ini membuat komunitas fotografer, dan nanti secara legalitas dan lain-lain akan disiapkan oleh Dinas Pariwisata Belitung. Sehingga mereka tehimpun dalam itu dan ada wadah tersendiri. “Itu yang kita inginkan ada wadah, ketika ada event kedepan ada both untuk mereka,” katanya.

Selain itu, Belitung saat ini sudah menjadi UGG, contohnya negara Cekoslovakia ingin menampilkan foto dari seluruh UGG di Dunia. Artinya karya fotografer ini sangat dibutuhkan. “Nah itu baru negara Ceko, masih ada yang lain, tentunya fotonya tidak boleh sama antara negara, enggel dan spotnya harus beda,” terangnya.

Dengan demikian nantinya, hasil foto-foto yang diperlukan itu berasal dari mereka yang memenuhi standar internasional, tentunya di bawah bimbingan Kemenparekraf. “Mudah-mudahn setelah ini ada program sertifikasi yang kita tunggu, artinya dengan mereka bisa meyakinkan konsumen untuk membuat mereka “entrepreneurship” di bidang fotografi,” tandas Jasagung. (dod)