Kena Razia Satpol PP, Pemilik Toko Ngaku Kapok Jual Obat Batuk

by -
Kena Razia Satpol PP, Pemilik Toko Ngaku Kapok Jual Obat Batuk
Pemilik warung kelontong penjual ratusan obat batuk di Jalan Perumnas, Desa Air Pelempang Jaya (APJ) saat diperiksa.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemilik warung kelontong penjual ratusan obat batuk di Jalan Perumnas, Desa Air Pelempang Jaya (APJ) Yenny Anggreni (35) akhirnya datang ke Mako Satpol PP Belitung. Yenny dimintai keterangan terkait penertiban oleh Tim Gabungan (Timgab) pada Sabtu (23/1) lalu.

Menggunakan celana jens dan jaket berwarna merah Yenny nampak lemas dan tertunduk lesu saat dimintai keterangan oleh Satpol PP dan Loka Pengawasan Obat dan Makanan (LPOM) Belitung, Senin (25/1) kemarin.

Sekertaris Satpol PP Kabupaten Belitung Abdul Hadi membenarkan pemilik Toko Kelontong Apat yang ditertibkan Tim Gabungan datang ke Mako Satpol PP untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan oleh LPOM. “Dalam hal ini kami melakukan pendampingan dan pengamanan barang bukti untuk selanjutnya diserahkan kepada LPOM,” ujarnya kepada Belitong Ekspres.

Menurut, Abdul Hadi dalam pemeriksaan sebelumnya pemilik warung sempat berkilah dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Bahkan sempat terjadi insiden namun bisa diselesaikan.

Dikatakannya, pemilik warung kelontong dinilai tidak bertanggung jawab dan ingin menghilangkan barang bukti dari hasil penertiban yang dilakukan bersama dengan Tim Gabungan pada Sabtu (23/1) lalu.

“Sebab saat tim melakukan kroscek ulang di lokasi, terjadi jumlah pengurangan barang. Lem aibon semula 12 kaleng menjadi 11 kaleng kemudian dari 854 sachet obat batuk tinggal berjumlah 600 sachet,” sebutnya.

Untuk tidak lanjutnya kata dia, pihaknya akan terlebih dahulu menunggu keputusan dari LPOM apakah barang bukti itu nanti akan dimusnahkan atau seperti apa. “Kita akan menunggu keputusan BPOM, karena kita hanya memfasilitasi dan melakukan pendampingan,” pungkasnya.

Sementara itu Yenny Anggreni (35) mengaku kalau barang tersebut memang miliknya. Lantas kedatangannya ke Mako Satpol PP untuk memenuhi panggilan Satpol dan menggantikan suaminya (Apat) yang sedang mengasuh anaknya. “Suami (Apat) dirumah lagi jaga anak” katanya.

Saat ditanya dari mana obat-obatan tertentu didapat, dia mengaku kalau ada sales dari distributor Nusantara yang datang ke tokonya dan mengiming-imingi keuntungan yang banyak apabila menjual obat-obat tersebut. “Jadi suami saya tertarik kemudian obat tersebut kita jual, nah habis itu ditangkap. Ini yang terakhir kapok saya,” katanya. (rez)