Kenaikan Beras Hanya Rp.1.000 Masih Wajar

by -

KOBA – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menilai kenaikan harga beras kualitas bagus Rp1.000 masih wajar dari harga sebelumnya Rp11.000/kg. Sementara untuk beras kualitas sedang, masih tetap stabil bertengger di harga Rp10.000/kg
Kendati demikian, Disperindagkop UMKM tetap berupaya untuk mengusulkan digelarnya operasi pasar (OP) untuk setiap kecamatan. Kepala Disperindagkop UMKM Bateng, Useng Komara mengatakan, berdasarkan pantauan rutin pihaknya, kenaikan harga beras berkualitas baik menjadi Rp12.000/kg di bawah 10 persen, masih diambang kewajaran jika dibandingkan dengan harga beras di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya di Pulau Jawa yang mencapai 30 persen.
“Kenaikan harga beras dipicu oleh pasokan beras dari sentra pertanian yang menurun drastis, sementara permintaan beras kualitas baik masih tinggi,” ujarnya, Jum’at (27/2).
Dikatakan Useng, kenaikan harga beras yang terjadi di Jakarta sejumlah kota besar di Pulau Jawa tersebut tidak berdampak signifikan terhadap harga beras di daerah, khususnya Bateng. “Di setiap pekan kita terus melakukan pemantauan rutin terhadap komoditi bahan pokok, sehingga harga dapat selalu terpantau dan terkontrol secara maksimal dari waktu ke waktunya,” tukasnya.
Selain itu, kata Useng, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemrov) untuk menggelar OP di setiap kecamatan yang tersebar di Bateng karena para distributor beras ada di Pangkalpinang. “Surat koordinasi OP ke Pemprov Babel telah kita buat, dengan harapan dalam waktu dekat dapat ditindaklanjuti guna menstabilkan inflasi,” ungkapnya.
Disampaikan Useng juga, pada pekan keempat ini pula ada beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga, seperti cabe kecil dan cabe besar. Sedangkan untuk cabe kecil turun sebesar 40 persen dari harga pekan ketiga yakni Rp80.000/kg, namun pada pekan keempat ini turun menjadi Rp50.000/kg. Cabe besar mengalami penurunan sebesar 50 persen dari sebelumnya Rp80.000/kg menjadi Rp40.000/kg.
“Sementara harga komoditi pokok lainnya stabil dan tidak ada kenaikan, seperti gula pasir Rp12.000/kg, minyak goreng Fortune kemasan Rp12.000/liter, daging sapi Rp120.000/kg, daging ayam Rp30.000/kg, telur ayam buras Rp1.250/butir, terigu Rp8.000/kg dan bawang merah Rp20.000/kg, garam beryodium Rp500/bungkus, susu kental manis bendera Rp14.000, ikan asin belanak Rp40.000/kg,” ungkapnya.
Masih dikatakan Useng, untuk inflasi yang dominan dan sering dialami di Pulau Bangka ini secara umumnya  komoditi cabe dan sayur mayur. Menyikapi hal itu, Pemkab Bateng selama ini dengan memberdayakan Poktan dan PKK untuk memanfaatkan lahan dan perkarangan rumah bercocoktanam sayur mayur yang terbukti cukup memuaskan hasilnya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga pasar lokal.
“Cabe, bawang, sawi, kol, kacang tanah dan kacang panjang, seledri, kangkung dan sayuran lainnya sangat cocok dibudidayakan sehingga Pemkab memberdayakan masyarakat hingga poktan untuk bertanam sayur mayur,” tandasnya.(and)