Kenaikan Harga Bawang Dinilai Tak Wajar

by -

//Harga Hingga Rp 38 per Kilogram

foto A
PANGKALPINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangka Belitung (Babel) mengakui dalam kurun waktu sepekan terakhir harga bawang merah Jawa yang dijual di beberapa pasar di Pangkalpinang mengalami kenaikan.
“Kenaikan harga bawang sekarang sudah lebih 10%, dan ini sebenarnya tidak wajar lagi. Sebelum naik harga bawang masih Rp 21 ribu, sekarang sudah Rp 35 ribu perkilo, bawang putih sebelumnya Rp 16 ribu, sekarang sudah Rp 16 ribu dan gula juga naik Rp 1.000, ” ungkap Marhoto, Kasi Pengadaan dan Penyaluran Bidang Perdagangan dalam negeri Disperindag Babel, Selasa (24/03) kemarin.
Untuk mengantisipasi kenaikan ini, Marhoto meyakinkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke beberapa pasar dan pengecer yang ada di Pangkalpinang. “Untuk mengantisipasi kenaikan ini kita akan sidak ke pengecer, karena kalau dilihat dari kendalanya, perkiraan kita kenaikan harga bawang ini bisa sampai 2 minggu,” tegasnya.
Beberapa faktor naiknya harga bawang ini, menurut Marhoto dikarenakan beredarnya isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan adanya kegagalan panen di desa Brebes Jawa. “Kenaikan bbm dan gagal panen di Jawa inilah faktor naiknya harga bawang ini,” terangnya.
Untuk stok bawang sendiri, menurut Marhoto, berdasarkan data tertanggal 16 Maret 2014, di tiga distributor Babel, stok bawang ada 19 ton. “Sementara stok kita ada 19 ton, mudah-mudahan stok ini mencukupi walaupun kita tidak bisa memprediksinya,” tutup Marhoto.
Berdasarkan pantauan Radar Bangka (RB) di pasar induk, Pangkalpinang, harga bawang justru lebih mahal dari perkiraan Disperindag Babel. Para pedagang mematok harga yang semula Rp 20 ribu per kilogram kini kini naik mencapai Rp 34 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram. Kenaikan harga bawang merah ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Namun ketika itu, diakui salah satu pedagang yakni Neli, kenaikan harga bawang masih belum tinggi.
“Kenaikan itu disebabkan minimnya stok bawang merah, sementara permintaan tinggi. Apalagi saat ini lagi musim penghujan jadi para petani agak kesulitan untuk panennya, bawang yang mereka panen banyak busuk,” kata  Neli, Selasa (24/3) kemarin.
Hal sama juga diungkapkan penjual lainnya. Stok bawang merah yang di peroleh lebih sedikit dibandingkan bawang lainnya, sehingga memaksa harga jualnya pun menjadi tinggi. “Bawang merah sekarang stoknya sedikit, jadi harganya pun sangat tinggi daripada bawang lainya,” tambah Upik. Sementara harga bawang putih tetap stabil dengan kisaran harga jual yakni Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu perkilogramnya. (eza/zul)