Kenakalan Remaja Di Beltim Menurun

by -

*Selama 2015 Ini 67 Ksus, Tahun Lalu 87 Kasus

 

 foto : febri/be

 Panti Rehabilitasi Sosial Bina Laras (PSBL) “Hijrah” Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Beltim, di Desa Selinsing Kecamatan Gantung.

MANGGAR-Kasus kenakalan remaja yang ada di Belitung Timur (Beltim) terhitung sejak Januari hingga Oktober 2015 tercatat ada sebnayak 65 kasus kenakalan. Kenakalan ini didominasi masalah penyalahgunaan obat jenis Komik dan Aibon, serta minuman keras oplosan di kalangan remaja.

Kepala Satpol PP Beltim, Sudiono melalui Kasi Ops dan penindakan Satpol PP Beltim, Nazirwan mengatakan, mereka mencatat ada sekitar 65 kasus kenakalan remaja saat diadakan operasi maupun ditemukan di luar operasi.

“Jumlah ini bisa dikatakan menurun, Karena dari data tahun 2014 lalu ada sekitar 87 kasus kenakalan, dan tahun ini (2015, red) terhitung Januari – Oktorber ada sekitar 65 kasus,” ungkap Nazirwan saat dikonfirmasikan harian ini, Kamis (29/10) kemarin.

Menurut Nazirwan, Dari kasus ini ada yang diberikan sanksi rehabilitasi, yang dititipkan di Panti Rehabilitasi Sosial Bina Laras (PSBL) “Hijrah” Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Beltim. Lantas  ada yang diberikan sanksi penegasan yakni dengan perjanjian diatas kertas.

Di Beltim khususnya, lanjut Nazirwan, kasus komik dan aibon yang sangat mendominasi. Dan ini merupakan kenakalan yang selalu ditemukan saat operasi dan di luar operasi, pelakunya rata-rata anak usia sekolah.

Menanggapi hal ini Pj.Bupati Beltim, H.M.Hardi SH.MH sangat prihatin akan prilaku remaja yang ada di Beltim, meski ia menilai kelakuan ini masih di atas rata rata kenakalan remaja.

“Di Beltim ini, meski ditemukan satu atau dua orang yang berdampak pada kenakalan remaja. Dan Saya menilai pemuda di sini (Beltim,Red) adalah pemuda yang baik. Jika ditemukan satu atau duanya melakukan ulah tersebut, mungkin mereka bagian dari remaja atau pemuda yang ada kelainan dan juga mungkin mereka kurang diperhatikan saja,” ujar Hardi.

Untuk itu, Hardi meminta kepada orangtua wajib memperhatikan, dan juga kepada pihak guru yang mengajarkan di sekolah. Selain di sekolah dengan tanggung jawab mendidik dan mengasuh anak didik, maka peran orang tua di rumah sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku nak.

“Jangan biarkan anak anak kita tidak mempersiapkan masa depan, karena masa depan adalah impian setiap orangtua terhadap anak-0anaknya. Karena itu kepada orangtua, Kepala sekolah dan guru guru harus mengawasi anak anak bangsa,” pesan Hardi.

Khusus kepada orangtua, Hardi menghimbau jika memang anaknya jalan atau keluar malam, agar kiranya terus mengawasi,lihat dan kontrol anaknya. Jangan sampai larut malam belum juga pulang, agar segera mengingatkan untuk pulang,” pesan Pria yang suka bermain Catur ini.

Ditambahkan, masalah ini adalah tanggungjawab dan motivasi bagi semua dalam rangka membangun Belitung Timur yang baik ke depan.(feb)