Kencani Istri Orang, Ali Tewas Dikeroyok

by -

SIJUK-Sesosok mayat ditemukan tergeletak bersimbah darah di pesisir pantai Museum Maritim, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Senin (23/11/2015) tadi malam. Saat ditemukan, mayat yang diduga korban pembunuhan ini, mengenakan baju kaos warna hitam dan celana panjang, dengan posisi telentang.

Dari informasi yang dihimpun, korban bernama Ali Imron (37) dibunuh gara-gara masalah perselingkuhan.Korban merupakan warga  Sri Mulyono, RT 02/04 Kecamatan Sugih, Lampung Tengah, diduga selingkuh dengan istri Hamdani, sebut saja Bunga (30), warga Pengampun Rt 14 Dusun Selumar, Sijuk.

Teman kencan korban (selingkuhan,red) berteriak,  saat pelaku dan temannya mengeroyok korban di lokasi. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut, langsung datang. Sementara kawanan pelaku langsung melarikan diri.

“Dia (korban) warga pendatang. Informasinya karena ada perselingkuhan,” ucap salah satu warga di TKP

Setelah mendapat laporan warga, Jajaran Polsek Sijuk dan Satreskrim bergegas ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi yang sudah mengantongi identitas para pelaku bergerak cepat. Alhasil para pelaku langsung bisa diamankan.

Kapolsek Sijuk, AKP Kaya Simatupang seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara membenarkan, sebanyak enam orang pelaku dugaan pembunuhan korban telah diamankan.

“Pelaku sudah diamankan beserta barang bukti, alat untuk membunuh korban, serta motor milik masing-masing orang yang terlibat. Saat ini kami masih melakukan penyidikan terhadap pelaku,” ungkap AKP Kaya kepada Belitong Ekspres, tadi malam.

Keenam pelaku, masing-masing bernama Hamdani (39) Sijuk, Samin Setiawan (32) Pengampun RT 14 Dusun Selumar, Suprayogi (23) Tanjung Tinggi RT 2 RW 1,
Agus fitriansyah (34), Wandi (36) Simpang Empat Jalan Merdeka RT 14 Sijuk, dan Mobi Marta Dinata (37) Air Selumar RT 1.

Kata dia, peristiwa pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, polisi telah menemukan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kayu runcing dengan ukuran sekitar satu meter ditemukan di dekat korban tewas di pesisir pantai Museum Maritim.

Jarak dari ujung kaki korban ke kayu tersebut sekitar satu meter. Di dekat kepala korban ditemukan sepasang sandal berwarna ungu, dan sandal berwarna hitam serta sebuah topi berwarna hitam. Di bagian belakang kantong celana korban, polisi menemukan sebuah dompet berwarna hitam dengan sejumlah uang.

Sementara itu, keenam orang pelaku mengaku semula berniat untuk menggrebek pasangan selingkuh ini di lokasi. Namun, saat digrebek korban melawan, hingga akhirnya, para pelaku melakukan pengeroyokan.

Kakak Hamdani yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sebelumnya ke enam orang ini merencanakan untuk mengerebek korban yang selingkuh dengan adiknya.

“Sebelumnya, adik saya (Hamdani,red) mengetahui adanya sms dari korban, yang mengajak istrinya ketemuan di lokasi. Setelah itu, Hamdani dan teman-temannya berencana untuk menggrebek mereka dan menyerahkan ke Polsek Sijuk,” katanya.

“Namun, saat penggerebekan korban sempat melawan dan menyerang. Jadi, adik saya dan teman-temanya juga berbalik menyerang, hingga akhirnya korban meninggal dunia,” tandasnya. (kin)