Kepala Sekolah “Futuristik”

by -

 

Oleh : Sabarudin, M.Pd*

 Di Babak milenium ini dunia pendidikan mengharuskan adanya peningkatan mutu pendidikan. Isu strategis yang tidak bisa dilepaskan dari peningkatan mutu pendidikan adalah peningkatan kemampuan kepala sekolahdalam konteks desentralisasi pendidikan. Kepala sekolah berperan sentral dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas guru, prestasi siswa, peran masyarakat dapat menjadi petunjuk keberhasilan kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Keberhasilan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolahnya tidak terlepas dari kompetensi yang dimilikinya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah memberikan acuan bagi pengembangan kompetensi kepala sekolah/madrasah. Permendiknas tersebut menyebutkan bahwa ada lima dimensi kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, yaitu kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Dengan standar tersebut, diharapkan seluruh kepala sekolah di Indonesia dapat memiliki kompetensi yang paripurna. Untuk itu diperlukan upaya terus menerus untuk mengembangkan kompetensi para kepala sekolah, agar dapat memenuhi kompetensi yang diharapkan.

Begitu banyak, keinginan, harapan, tuntutan, pandanganterhadap peningkatan mutu pendidikan yang kesemuanya itu tertumpu kepada kepala sekolah(school principal).Menaikkan citra kepala sekolah merupakan suatu kebutuhan sekaligus membesarkan fungsi dan peran kepala sekolah. Kepala sekolah yang baik harus memiliki “ Kartu AS yaitu : Kerja IkhlAS, Kerja KerAS, Kerja CerdAS, Kerja dengan KreativitAS, sertaKerja TuntAS . Kartu AS tersebut dimantap dan dilaksanakan dalam bentuk secara proaktif dan inovatif dengan mengembangkan diri.

Cara mengembangkan diri melalui 3B yaitu :Belajar, Belajar, danBelajar yang didukung oleh idealisme tinggi dan pantang menyerah, dengan menghindarkan diri dari Budaya KKN, Sikap malas, miskin kreativitas/inovasi, peragu, suka dengan status quo, dan anti kemajuan dan pembaharuan, Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan jabatan dan mempertahankan jabatan walaupun tidak berprestasi. Selain itu, kepala sekolah juga harus mengokohkan diri dengan kepribadian dan sikap serta tekad yang kuat untuk menjauhkan diri dari Citra buruk,berupa semboyan “4 D”; Datang, Duduk , Dengar, Diam.

Sampai saat ini belum ada data valid yang dapat menunjukkan secara komprehensif mengenai peta kompetensi kepala sekolah di Indonesia. Peta kompetensi kepala sekolah sangat penting sebagai acuan untuk penyusunan dan pengembangan program peningkatan kompetensi kepala sekolah. Kepemimpinan sekolah disatu pihak adalah cara kepala sekolah menggunakan wewenangnya untuk mengembangkan iklim sekolah. Ini ditandai dengan produktivitas staf, produktivitas siswa, dan pikiran yang kreatif, sedangkan kecerdasan dan ketajaman pengelolaan adalah aplikasi sitematik dari sejumlah keterampilan yang menyediakan lingkungan sekolah yang efisien dan efektif.

Kepemimpinan disekolah yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang kreatif dan inovatif. Selain menjalankan fungsinya sebagai pemimpin, juga memberitahu tentang apa yang harus dilakukan serta pemimpin yang mampu membaca dan menterjemahkan keluhan dan kemajuan jaman.

Kepala Sekolah Abad 21 harus mampu melayani, memuaskan semua kebutuhan dan pelayanan dalam segala hal dan kesuksesan pekerjaan yang didasarkan pada asset terbesar yaitu TRUST” (kepercayaan). Abad 21 memerlukan kepala sekolah yang mempunyai kemampuan “SUPER” yang di cirikan dengan kemampuan dalam menerima murid sebanyak-banyaknya, memiliki fasilitas sekolah sehebat- hebatnya, menghasilkan lulusan dengan kualitas setinggi-tingginya dengan biaya semurah-murahnya (jika perlu gratis).

Oleh karena itu, kepala sekolah “SUPER” harus memiliki prinsip: Segala sesuatu itu mungkin (everything is possible), kemampuan membuat sesuatu yang tidak mungkin itu menjadi suatu kenyataan ( making the impossibility to become reality) , Kemampuan mencetak banyak pemimpin karena pada hakekatnya setiap orang adalah pemimpin create many leader (everybody is a leader),kemampuan untk mendelegasikan kewenangan dan otoritas kepada staf nya (delegate many authorities), serta tepat dalam pengambilan keputusan (the main task: decision making).

Disi lain, kepala sekolah dalam proses pengambilan keputusan,harus tepat, akurat dan akuntabel, cepat dengan resiko kecil, dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan. Selain itu, bisa merangsang untuk menimbulkan kreativitas dan inovasi, Harus dapat diimplementasikan dengan efektif dan efisien, Menimbulkan multiflier effect terhadap peningkatan mutu , memberi dukungan penuh terhadap pengembangan dan pemberdayaan SDM.

“Kahandalan” dan “kedayagunaan” seorang kepala sekolah hendaknya mengacu pada prinsip-prinsip “Tut Wuri Handayani, Ing Madyo Mangun Karso, Ing Ngarso Sung Tulodo”. Dibelakang mendorong, ditengah mempengaruhi, dan di depan menjadi contoh.

Dia memimpin melalui layanan yang baik dari pada melalui jabatan/posisinya. Kejelian dan kepekaan dengan selalu menggunakan informasi yang akurat untuk melakukan perubahan (inovasi, reformasi, revitalisasi, resistemisasi, restrukturisasi, rekonfigurasi, rekulturisasi, refigurisasi, atau apapun namanya) dan senantiasa selalu mendorong bawahannya untuk mengambil resiko. Dalam bekerja kepala sekolah harus selalu ingat suatu ungkapan : “Menikmati Nikmatnya Melayani” dengan tidak mencari-cari alasan ketidakberhasilan, dan tidak selalu melempar kesalahan kepada pihak lain.

Akhirnya,keberhasilan suatu kepemimpinan dalam hal ini kepala sekolah ditentukan pada faktor “etika kepemimpinan” yang merupakan himpunan nilai-nilai moral tentang kebaikan, keadilan dan kebenaran. Dia akan menjadi “Kompas” bagi pemimpin untuk melakukan perubahan, menuju masa depan yang lebih maju dan lebih baik. Sebab, kecerdasan yang tinggi harus didukung oleh etika yang baik dan teladan dalam perbuatan.

Semua prestasi tanpa didukung oleh kepribadian dan sikap mental yang positif akan rapuh dan mudah runtuh. Ingatlah kita semua pada sebuah filosofi bahwa “Berani Sukses Berani Bermimpi, Berani Mencoba Berani Berjuang, Berani Gagal Berani Sukses”.

Orang biasa-biasa menganggap target sebagai beban yang melelahkan, orang yang luar biasa menjadikan beban sebagai target yang menggairahkan. Sebuah sukses akan terwujud karena diikhtiarkan melalui perencanaan yang matang, keyakinan, kerja keras, keuletan dan niat baik. Kepuasan terbesar dalam hidup adalah dapat melakukan apa yang dikatakan orang lain tidak dapat dilakukan. Jadilahkepala sekolah yang penuh dengan letupan-letupan kreativitas dan kejutan-kejutan kemajuan dan perubahan karena perubahan adalah suatu keniscayaan. Maka itu, berubahlah dan perubahan membutuhkan pemimpin yang visioner.the greatest danger in time of turbulance, is not the turbulance itself, but to act with yesterday’s logic ( peter drucker ).(***)

*)Kepala SMA 1 Gantung/Ketua Forum Ilmiah Guru Kab.Beltim