Kepala Semakin Membesar, Sunil Perlu Perhatian Serius

by -
Kepala Semakin Membesar, Sunil Perlu Perhatian Serius
Kepala Semakin Membesar, Sunil Perlu Perhatian Serius
Sunil Avrillia, bayi mungil berusia 19 bulan yang mengidap hidrosefalus dalam pangkuan ibunya,  Desi Marsita, saat di RSUD Beltim, pagi ini, Jumat (1/11).

Didiagnosa Mengidap Hidrosefalus
Rujukan ke RS Gatot Subroto, Belum Ada Biaya

belitongekspres.co.id, GANTUNG – Sunil Avrillia, bayi mungil berusia 19 Bulan terbaring lemas sejak setahun terakhir. Dengan kondisi kepala yang semakin membesar, sunil hanya mendapatkan perawatan seadanya oleh orang tuanya, Desi Marsita (26). Belakangan diketahui, Sunil mengidap penyakit Hidrosefalus.

Hal itu diketahui dari hasil diagnosa oleh dokter spesialis anak di RSUD Beltim, pagi ini, Jumat (1/11). Sunil langsung diberikan surat rujukan oleh dokter untuk berobat ke Rumah Sakit Gatot Subroto, di DKI Jakarta.

Tentunya, Ayah Sunil, Hermanto (27), hanya pasrah menerima keaadan. Pasalnya, Dia hanya bekerja serabutan di tambang. Karena itu, dirinya sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan pihak pemerintah atau pun sumber-sumber donasi lainnya untuk dapat meringankan beban.

“Awalnya, dia lahirnya normal. Beratnya pun 3,3 kilogram. Awalnya biasa saja, usia 3 bulan hanya benjolan di kepalanya. Namun setelah setahun tujuh bulan (19 bulan) kepalanya semakin membesar,” terang Ayah Sunil, Hermanto kepada Belitong Ekspres.

Sebelumnya, Hermanto menganggap penyakit yang diderita anaknya hanyalah penyakit biasa, sehingga dia berupaya dengan pengobatan alternatif di kampungnya. Namun, kian hari kepala putri keduanya itu makin membesar.

“Jangankan berjalan, bangkit pun tidak bisa, karea mungkin beban di kepala Sunil. Dia tidak begitu rewel, namun kadang-kadang merasa bosan baring terus, minta digendong,” ujar Hermanto.

Begitu pula halnya sebagaimana diceritakan Ibu Sunil, Desi Marsita, yang kesehariannya fokus terhadap perawatan anaknya. Ibu dua anak ini sangat memohon agar Sunil bisa normal seperti anak-anak lainnya.

“Tadi sih dokter tidak memaksa kapan harus berangkat. Yang penting kesiapan dari kami, kapan siapnya berangkat berobat ke Jakarta. Ini mudah-mudahanlah segera dapat bantuan dari Dinas (Pemerintah) dan sumber donasi lainnya untuk membantu,” harap Desi Marsita.

Sempat ditutup-tutupi, orang tua Sunil yang merupakan warga RT 10 Dusun Gunung Desa Jangkar Asam, Kecamatan Gantung, tidak begitu terbuka terhadap penyakit yang diderita anaknya itu.

“Kami tidak cerita-cerita, Sunil pun hanya kami rawat di rumah. Maklumlah, kondisi ekonomi seperti ini. Mudah-mudahan dapat segera berangkat. Ini nomor HP saya (087869936950),” ucap Desi seraya berharap adanya perhatian dari berbagai pihak.

Menurut Desi, usai mendapat pemeriksaan, dokter hanya mengeluarkan surat rujukan ke RS Gatot Subroto Jakarta. Sunil yang memiliki BPJS tidak dirawat di RSUD Beltim, bahkan tidak diberikan obat apapun. Sunil diizinkan pulang oleh dokter hingga dia diberangkatkan ke Jakarta.

“Kami ngurus surat-surat dulu, tadi hanya diberi surat rujukan ke Jakarta, tapi kami ngumpulkan uang dulu, untuk biaya berangkat ke Jakarta, mudah-mudahanlah segera terkumpul uangnya,” tandasnya.

 

(Danny Sugara | belitongekspres.co.id)