Kepala SPKD Akan Diberi SP

by -

*Telat Kumpulkan Data Proyek  PL, Akan Dipublikasikan ke Media

MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim) Basuri T Purnama menegaskan akan memberikan Surat Peringatan (SP) Pertama kepada pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang tidak mengumpulkan data tertulis Proyek Penunjukkan Langsung (PL) yang ada di SKPD masing-masing.

Basuri kecewa saat rapat koordinasi dengan seluruh SKPD dan asosiasi pengusaha konstruksi  Kabupaten Beltim di Ruang Rapat Bupati, Jum’at (27/2), tidak semua SKPD mengumpulkan data proyek PL seperti yang sudah disepakati pada rapat sebelumnya, Senin (23/2) lalu.

“Kalau jumlahnya belum saya hitung. Namun yang jelas belum semua SKPD mengumpulkan. Yang belum mengumpulkan kita kasih peringatan dong,” ujar Basuri seperti dikutip dari Humas Beltim seusai rapat.

Bupati menyatakan masih akan memberikan tolerasi kepada pimpinan SKPD yang belum mengumpulkan, jika pada Selasa (3/1) nanti, mengumpulkan kembali datanya dan memberikan alasan yang masuk akal terkait keterlambatan.

“Makanya saya minta Hari Selasa nanti pas mereka mengumpulkan, ada diberikan alasan tertulis keterlambatan mengumpulkan data ini. Kenapa belum disampaikan, alasannya masuk akal apa nggak,” ucap Basuri.

Rencananya, Rabu (4/3) mendatang Adik Gubernur DKI Jakarta, Ahok ini akan kembali memimpin rapat untuk mendiskusikan proyek-proyek PL dengan pimpinan SKPD dan asosiasi pengusaha kontruksi di Kabupaten Beltim. Data dan hasil dari rapat mengenai nilai, bentuk, dan siapa saja yang memperoleh proyek-proyek PL tersebut, akan dipublikasikan di media cetak harian lokal keesokan harinya.

“Hari Kamis akan kita publikasikan di koran. Proyek PL ini, di SKPD ini, nilainya berapa, terus siapa yang dapatnya, kita cantumkan di koran biar semua dapat liat. Kalau masih kosong ya kita biarkan, nanti kalau ada kontraktor lokal yang berminat silahkan mendaftarkan,” tegas Basuri.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Seluruh Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Beltim, Kamarudin menyatakn pihaknya sangat setuju dan mendukung dengan kebijakan yang diterapkan oleh Bupati Beltim. Ia melihat kebijakan ini adalah upaya pemerintah daerah untuk melindungi pengusaha lokal yang mempunyai modal kecil.

“Kalau kita dari Gepensi sangat setuju dengan kebijakan ini. Bupati cukup responsif untuk masalah proyek PL ini, jadi istilahnya sangat membela kepentingan anggota-anggota kita yang bermodal kecil,” ungkap Kamarudin yang akrab dipanggil Toyo.

Toyo berharap kebijakan ini akan dapat diberlakukan bukan hanya untuk tahun anggaran 2015 ini, namun juga berkelanjutan untuk tahun-tahun selanjutnya.

“Selaku Ketua asosiasi saya sangat terima kasih, dampak dari kebijakan ini pengganguran di Kabupaten Beltim dapat diserap. Kita juga dari pengusaha lokal dapat bersaingan dengan fair jika ada transparansi seperti ini” jelas Toyo.

Ditanya mengenai oknum-oknum yang bermain dalam proyek PL di Kabupaten Beltim, Toyo enggan berkomentar banyak. Ia mengaku hanya mendengar dari selentingan kabar. “Kita kan cuman dengar-dengar saja. Kita tidak bisa membuktikan siapa orangnya,” tutupnya. (feb)