Keren, Siap Sulap Sumur Tua jadi Wisata Migas

by -

BOJONEGORO – Sinergi tiga instansi yakni SKK Migas, PT Pertamina EP, dan Pemkab Bojonegoro diyakini bakal melahirkan terobosan inovatif. Kini, ketiganya serius mengembangkan dan mengangkat nilai kawasan pengeboran minyak di sumur tua Kecamatan Kedewan.
Upaya tersebut tentu bukan dengan memacu produksi, tetapi menyulap kawasan yang eksis sejak zaman kolonial Belanda itu menjadi kawasan wisata migas. Tahun ini persiapan terus dikebut. Ditargetkan, mulai tahun depan, promosi gencar bisa dilakukan untuk menarik wisatawan, khususnya para pelajar, mahasiswa, dan pemerhati migas, datang ke Kedewan.
Sekretaris SKK Migas Budi Agustyono menjelaskan, upaya menciptakan kawasan wisata migas di Kedewan justru sejalan dengan filosofi pengusahaan sumur tua. ”Dengan menjadi desa wisata, ada nilai tambah ke masyarakat serta meningkatkan pendapatan asli daerah dan peran pengusaha UKM. Sangat sesuai dengan misi kami, Pertamina EP, dan Pemkab Bojonegoro,” ujar Budi.
Apa saja daya tarik pengeboran minyak tua di Bojonegoro? Budi menyebutkan bahwa jumlah sumur yang dioperasikan di lapangan sekitar Kedewan lebih dari 700 dan hanya ada satu di Indonesia. Selain itu, pemandangan alam berupa perbukitan cukup bagus dan mendukung untuk pariwisata lokal. ”Banyak yang bisa ditampilkan, mulai off-road Jeep, motor trail, sepeda alam, museum migas tradisional, kerajinan masyarakat sekitar, sampai pendidikan lapangan operasi migas yang aman,” paparnya.
Public Relation Manager PT Pertamina EP Muhammad Baron menyatakan, konsep desa wisata akan mengubah paradigma ma­syarakat sekitar. ”Jika banyak wisatawan yang datang, tentu mereka berupaya menjaga kebersihan dan meningkatkan safety saat bekerja,” tutur dia. (rdr/c14/kim/pda)