Kerusakan Puskesmas Tanjung Binga Diperbaiki Bertahap

by -

TANJUNGPANDAN-Kepala Puskesmas Tanjung Binga drg. Popy Aprilina mengatakan adapun sejumlah fasilitas bangunan yang rusak di Puskesmas Tanjung Binga sudah terjadi sejak lama. Tepatnya mulai tahun 2013 lalu. Oleh karena itu pihaknya sekarang ini tengah berusaha memperbaiki kerusakan tersebut secara bertahap. Seperti bagian atap yang bocor, plafon, lantai, instalasi air, serta pengecatan dinding.

“Ketika Pak Bupati ke Puskemas kemarin, kebetulan saya masih berada diluar daerah. Memang ada sebagian bangunan yang rusak, tetapi sekarang sedang diperbaiki. Kalau plafon dibagian belakang (lorong) itu, sedang proses perbaikan,sengaja dicopot utk diganti dgn yg baru,” katanya saat dihubungi Belitong Ekspres, Kamis (23/3) tadi malam.

Dilanjutkan drg. Popy, pencopotan plapon tersebut dikarenakan sudah hampir lepas. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan diambil langkah antisipasi. Apabila dibiarkan khawatir bisa membahayakan orang lain.

“Makanya sementara plafon itu kita kita lepas lebih dulu.Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal tersebut. Jika sewaktu-waktu copot, dan seandainya mengenai pasien maupun petugas kita. Nantinya akan timbul masalah, lebih baik kita ambil langkah dulu,” ujarnya.

Dijelaskan drg. Popy, bangunan tersebut dibangun sekitar tahun 2012 dan 2013 lalu menggunakan APBN. Untuk rawat jalan didirikan tahun 2012 lalu. Sedangkan pembangunan rawat inap, UGD, ruang PONED dan rumah dinas tahun 2013.

“Kalau anggaran untuk rawat jalan itu sekitar Rp 2 Milyar. Angggaran pembangunan rawat inap,UGD, PONED dan rumah dinas  juga sama sekitar Rp 2 Milyar. Pengerjaannya bertahap, bagian depan dulu baru UGD dan yang lainnya itu,” ungkapnya.

“Dulu DPRD berkunjung juga sempat menanyakan hal yang sama, bahkan kita sempat dipanggil BPK tahun lalu. Kenapa bangunan tersebut belum difungsikan, padahal sudah dibangun 2 tahun dan mulai ada bagian yang rusak. Waktu itu, saya bilang kita hanya pekerja dan menempati Puskesmas. Kalau bangunan ini, bukan ranah kita yang jawab, soalnya dulu yang mengurus adalah Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (i1s)