Keterlibatan Keluarga Pejabat di Belitung Tak Terbukti

by -
Keterlibatan Keluarga Pejabat di Belitung Tak Terbukti
Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Indikasi adanya keterlibatan keluarga pejabat (orang besar) dalam kasus penggerebekan arak yang dilakukan Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), tak terbukti. Itu ditegaskan Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan kepada Belitong Ekspres, Senin (21/9).

Penegasan tersebut dipastikan setelah Jajaran Sat Narkoba Polres Belitung melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta dari pengakuan tersangka kasus kepemilikan minuman miras arak.

Selain itu, penyampaian tersebut juga menanggapi aksi damai yang dilakukan Gerakan Masyarakat Belitung (GMB) yang dimotori Teguh Trinanda beberapa waktu lalu, di Gedung DPRD) Kabupaten Belitung.

Saat itu mereka meminta pihak kepolisian memproses dugaan keterlibatan keluarga pejabat dalam kasus arak, yang saat ini sedang ditangani Jajaran Sat Narkoba Polres Belitung.

“Kalau dia bisa membuktikan silahkan datang ke kami (Sat Narkoba Polres Belitung). Kita akan tindak lanjuti laporan tersebut,” kata AKP Naek Hutahayan.

AKP Naek Hutahayan mengatakan, dirinya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Dari hasil interogasi tidak ditemukan indikasi keterlibatan oknum yang dimaksud, dalam kasus penggerebekan arak itu.

“Pada saat kita lakukan pemeriksaan, baik dari tersangka maupun saksi lain, tidak ada keterlibatan orang yang dimaksud,” tegas pria berdarah Batak ini.

Hutahayan menjelaskan, dalam kasus ini pihak kepolisian sudah menetapkan tiga orang tersangka. Dua diantaranya pria berinisial FT dan wanita berinisial ET. Dan satu lagi pria berinisial HC, yang saat ini masih buron.

Dalam kasus ini polisi menjerat tersangka FT dan ET dengan Pasal 135 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan juncto Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukumannya dua tahun penjara. Atau denda Rp 4 miliar.

Sedangkan HC Pasal 135 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan Juncto Pasal 53 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Ancaman hukumannya dua tahun penjara. Atau denda Rp 4 miliar.

Dalam kasus Jajaran Sat Narkoba telah mengirim SPDP, FT dan ET ke Kejaksaan Negeri Belitung. Selain itu, juga sudah mengirim sampel fermentasi dan arak milik pasangan suami istri ini ke laboratorium BPOM, pekan lalu.

Rencananya dua hari kedepan, hasil lab sudah bisa diketahui. Setelah itu, pihak kepolisian akan melanjutkan ke periksaan terhadap saksi ahli. Setelah itu kemungkinan akan penyerahan berkas tahap satu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung.

“Sedangkan untuk yang HC, kami masih melakukan pemantauan. Selain itu kita sudah mengirim surat panggilan. Namun surat itu dikembalikan lantaran yang bersangkutan tidak ada di rumahnya, yang ada di Jawa,” tukasnya.

“Kalau Minggu depan HC masih belum ada kabar. Kita akan keluarkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO). Selama ini kita belum keluarkan DPO lantaran menjaga kondusifitas Belitung,” pungkas AKP Naek Hutahayan. (kin)