Ketersediaan Listrik Beltim Belum Aman

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*40 Persen Pasokan Listrik Disuplai Kabupaten Belitung

MANGGAR – Ketersediaan listrik di Kabupaten Belitung Timur (Belitung Timur) saat ini masih belum sepenuhnya aman. Selama ini, 40 persen pasokan listrik wilayah Beltim disuplai dari pembangkit listrik di Kabupaten Belitung. Beltim hanya bergantung pada pasokan listrik dari PLTD Padang dan PLT Biogas ANJ, setelah PLTU Belitung Energi berhenti menyuplai listrik karena kesulitan menghasilkan energi listrik.

Sumber data PLN tahun 2015 yang dimiliki Dinas Pertambangan dan Energi (DPE) Kabupaten Beltim menyebutkan, ketersediaan listrik wilayah Beltim dipasok PLTD Manggar dengan total mencapai 9 megawatt. Ditambah khusus wilayah Kecamatan Simpang Pesak dan Dendang mendapat pasokan listrik dari PLT Biogas ANJ grup sebesar 1,2 megawatt.

Total kedua pasokan listrik sebenarnya belum mencukupi kebutuhan listrik terutama pada beban puncak di malam hari yang mencapai 13,2 megawatt. Kekurangan tersebut, ditambah pasokan listrik dari pembangkit yang berada di Kabupaten Belitung.

Baca Juga:  Pantau Harga Sembako, Serda Asran Rutin ke Pasar

Dalam kondisi di luar beban puncak, kebutuhan listrik yang masuk daftar tunggu sekitar 0,7 megawatt. Total, Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) Beltim tahun 2015 memerlukan 15,22 megawatt. Ppertumbuhan pembangunan terpusat pada industri dan 13,67 megawatt jika pertumbuhan ekonomi hanya seperti biasa.

“Proyeksi penggunaan energi listrik Kabupaten Beltim tahun 2015 dengan skenario industrial centre mencapai 15,22 megawatt. Sedangkan skenario business as usual jika pertumbuhan ekonomi hanya seperti biasa dan terpusat pada beban rumah tangga, sosial, pemerintah dan bisnis,” ungkap Kepala DPE Beltim, Harli Agusta saat memberikan keterangan kepada harian ini, Selasa (31/3) kemarin.

Kata dia, di luar dari kondisi ril kecukupan pasokan listrik di wilayah Beltim, sejumlah rencana kebutuhan listrik yang belum masuk daftar tunggu menurut rencana investasi cukup besar.

Di antaranya, kawasan wisata Laskar Pelangi sekitar 3 megawatt, Marina Beltim 1 hingga 2 megawatt, kawasan perumahan PNS di Kecamatan Damar 1 megawatt, kawasan industri perikanan terpadu 4 Kecamatan sekitar 1,6 megawatt, bandara 0,5 megawatt dan kawasan Industri Aik Kelik mencapai 10 megawatt, dan lain-lain sekitar 1 megawatt.

Baca Juga:  Ini Penyebab Lambannya Perbaikan Jalan Minopolitan

“Total kebutuhan listrik saat ini ditambah rencana kebutuhan, baru bisa tercukupi sekitar 9 tahun mendatang atau tahun 2024. Ini dihitung normal, tapi kalau realisasi percepatan pembangunan pembangkit cepat, mungkin sebelum itu sudah cukup,” jelas Harli.

Sejauh ini, rencana pembangunan pembangkit oleh PLN dengan proyek PLTU Merah Putih berkapasitas 2 kali 17 megawatt di Desa Batu Itam, sudah menyelesaikan tahap pembebasan lahan. Selain itu, PLN juga berencana membangun pembangkit photovoltaik berkapasitas 1 megawatt di Kecamatan Gantung.

Di luar dari PLN, rencananya juga dibangun pembangkit photovoltaik PT. Aquo Energy kapasitas 5 megawatt dan pembangkit lain-lain sebesar 1 megawatt. (feb)

Tags:
author

Author: